5 Pelanggaran Terparah di Piala Dunia, Nomor 4 Sampai 'Meninggal'
Tuntutan harus jadi pemenang sekaligus ketegangan selama permainan bikin tensi jadi tinggi. Kalau nggak tahan, pelampiasannya bisa macam-macam.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Niat awal semua pemain memang sportif di awal pertandingan.
Tapi, ceritanya jadi beda begitu sudah masuk lapangan hijau.
Tuntutan harus jadi pemenang sekaligus ketegangan selama permainan bikin tensi jadi tinggi.
Kalau nggak tahan, pelampiasannya bisa macam-macam.
Pelanggaran jadi salah satunya.
Semuanya baru menyesal begitu sudah ditampar kartu merah.
Nih, deretan pelanggaran paling parah sepanjang sejarah Piala Dunia.
1. Jose Batista (1986)
Baru mulai bertanding, Jose Batista (Uruguay) malah kena kartu merah.
Sebabnya, karena salah dia sendiri.
Baru 42 detik peluit tanding antara Skotlandia dan Uruguay di Piala Dunia 1986 dimulai, Batista melayangkan tackle berbahayanya pada Gordon Strachan.
"Joel Quiniou sebagai wasit terlalu berlebihan sampai mengeluarkan saya dari lapangan," ujar Batista merasa nggak bersalah. Buntutnya, tim Uruguay harus menerima kekalahan dari Argentina di 16 besar.
Baca: Foto-foto Keseruan Tiga Pasangan Calon Bupati Kubu Raya Saat Laksanakan Debat Publik
Baca: Moment Lebaran, Danau Sentarum Jadi Objek Wisata Favorit Keluarga
Baca: Kecanduan Game Sama Dengan Gangguan Mental, Ini 5 Kasus Kecanduan Game yang Bikin Ngeri
2. Harald Schumacher (1982)
Seperti nggak pengen kalah, penjaga gawang juga bisa melakukan pelanggaran.
Seperti insiden di Semi Final Piala Dunia 1982, Harald Schumacher (Jerman Barat) melakukan pelanggaran nggak terlupakan sepanjang masa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/red-card_20180620_145135.jpg)