Habitat Rusak Jadi Alasan Ular Sanca Berburu Makanan Tak Terkecuali Manusia Jadi Mangsa
Pembukaan lahan baru membuat tempat tinggal ular makin sempit yang tadinya merupakan daerah jelajah atau mencari makanan bagi ular berganti
Tapi pemburu oportunistik ini bisa memilih-milih mangsa juga. Jika mereka tidak mendapat mangsa yang benar-benar cocok, mereka bisa menyantap yang kecil-kecil untuk sementara sampai akhirnya mereka menemukan mangsa yang cukup besar.
Tapi manusia tetap tak masuk dalam menu utama mereka.
Kasus Serupa
Pada tahun 2002 seorang bocah lelaki berumur sepuluh tahun dilaporkan telah ditelan oleh seekor ular piton di Afrika Selatan. Tapi yang disantap sang ular bukan manusia dewasa.
Selain itu, pemangsanya bukan sanca kembang seperti dua kasus di Indonesia. Pakar ular dari Universitas Brawijaya, Nia Kurniawan, mengatakan bahwa ular sanca sensitif terhadap getaran, kebisingan dan panas dari lampu, sehingga mereka biasanya menghindari pemukiman manusia.
Meski begitu, katanya, ular ini bisa mengingat tempat perburuan. Bisa jadi kebun sayuran milik Wa Tiba itu dulunya adalah hutan tempat ular itu berburu mangsa. Ditambah lagi, Wa Tiba disangka mamalia buruan.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jasad Perempuan di Perut Ular, Bagaimana Sanca Menelan Utuh Manusia?