Kapolsek Bonti Serahkan Buku Bimbingan Tata Cara Salat

Kapolsek Bonti Ipda Rahmad Kartono melakukan pembinaan secara berkesinambungan terhadap jamaah khusus mualaf wahada.

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HENDRI CHORNELIUS
Kapolsek Bonti Ipda Rahmad Kartono saat menyerahkan buku tata cara sholat kepada warga mualaf Wahada Bonti, Jumat (8/6). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kapolsek Bonti Ipda Rahmad Kartono melakukan pembinaan secara berkesinambungan terhadap jamaah khusus mualaf wahada yang telah dibentuk bersama tokoh agama islam di Kapolsek Bonti, beberapa waktu yang lalu.

Kapolsek Bonti, Ipda Rahmad Kartono menyampaikan, bahwa pembentukan jamaah khusus mualaf di Kecamatan Bonti ini bertujuan untuk membina ke Islaman warga Kecamatan Bonti yang belum bisa menunaikan shalat dan membaca Al Quran.

Untuk melakukan bimbingan yang berkelanjutan terhadap para mualaf tersebut, Ipda Rahmad Kartono memberikan bantuan berupa buku tata cara sholat kepada warga mualaf WAHADA Bonti dengan harapan di bulan ramadan ini mereka sudah dapat melaksanakan sholat fardu dan sholat sunnah seperti tarawih serta sholat malam lainnya.

“Sehingga bisa meningkatkan iman dan taqwanya kepada Allah SWT. sebagaimana Allah SWT berfirman. Bacalah Kitab (Al-Qur'an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (sholat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 45), ” kata Kapolsek Bonti, Ipda Rahmad Kartono, Sabtu (9/5).

Kapolsek Bonti bersama H Husna dan para tokoh agama Islam di Kecamatan Bonti sengaja membentuk kepengurusan Mualaf ini dengan harapan dapat memberikan sumbangsih yang positif dalam berkehidupan mereka sehari-hari untuk menciptakan akhlak yang mulia dalam kehidupan bermasyarakat.

Kapolsek Bonti yang juga pembina dari pengurusan Mualaf WAHADA menegaskan bahwa kegiatan yang dilakukan ini tidak termuat dari unsur Politik saat Pilkada Sanggau.

“Kegiatan ini murni pembinaan ke Islaman para mualaf, tidak ada kepentingan lain,” tegasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved