Tangis Yekti Pecah Usai Pembacaan Tuntutan di Sidang ke-13 Dugaan Tipikor Alkes

Tangisan Yekti seketika diikuti oleh tangis beberapa sahabat dan rekan-rekannya semasa bertugas di Dinas Kesehatan Kota Pontianak.

Tangis Yekti Pecah Usai Pembacaan Tuntutan di Sidang ke-13 Dugaan Tipikor Alkes
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Saat dirangkul sahabat dan keluarga, tangis Terdakwa Yekti Kusumawati (berkacamata) pecah usai sidang ketiga belas beragenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas perkara dugaan tipikor pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (alkes RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak Tahun 2012 di Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pontianak, Jalan Urai Bawadi, Kota Pontianak, Selasa (5/6/2018) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Tangis Terdakwa Yekti Kusumawati pecah usai sidang ketiga belas beragenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas perkara dugaan tipikor pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (alkes RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak Tahun 2012 di Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pontianak, Jalan Urai Bawadi, Kota Pontianak, Selasa (5/6/2018) sore.

Ia sempat tegar dan menahan tangis saat bangkit dari kursi pesakitan. Namun, saat dirangkul keluarga, sahabat dan rekan-rekannya, ia tidak bisa membendung rasa sedih bercampur kecewa.

Tangisan Yekti seketika diikuti oleh tangis beberapa sahabat dan rekan-rekannya semasa bertugas di Dinas Kesehatan Kota Pontianak.

Baca: Sidang ke-13 Alkes RSUD SSMA Tahun 2012 Kembali Ditunda, Ini Jadwalnya

Dalam perkara yang diduga merugikan negara sekitar Rp 13.419.616.000 dari pagu anggaran Rp 35 Milyar berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) itu, Yekti dituntut dakwaan subsidair Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia (RI) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi dan Jo Pasal 55 KUHP.

JPU menuntut Yekti dengan hukuman pidana penjara 4,6 tahun dan denda Rp 500 juta subsider 1 tahun penjara. Tidak hanya Yekti, JPU juga membacakan tuntutan kepada Pemilik PT Bina Karya Sarana sekaligus Direktur PT Mitra Bina Medika Suhadi dan Direktur Utama PT Bina Karya Sarana Sugito.

Suhadi dan Sugito juga didakwa pasal yang sama dengan Yekti, namun dengan hukuman berbeda. Sugito diancam hukuman pidana penjara 4,6 tahun dan denda Rp 500 juta subsider 1 tahun penjara. Suhadi mendapat tuntutan pidana paling berat yakni 8 tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsidair 1 tahun dan harus membayar ganti rugi uang negara Rp 9 Miliar lebih sekian.

Dalam tuntutan yang dibacakan oleh satu diantara JPU, Yekti dianggap telah menyalahgunakan wewenang selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek itu sehingga berakibat memperkaya orang lain dan berujung kepada kerugian negara.

“Selain menyalahgunakan wewenang, terdakwa Yekti juga dinilai tidak melakukan pengadaan proyek sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa dan peraturan perubahannya,” ungkap JPU saat sidang.

Selaku PPK proyek itu, Yekti melakukan beberapa modus antara lain tidak menyusun Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dalam proyek Alkes. Namun, menyusun harga‎ berdasarkan brosur yang bersumber dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak saat itu yakni drg Multi Junto Bhatarendro.

“PPK juga tidak melakukan survey harga pasar Alkes dan melakukan Mark Up harga Alkes. Lalu, ditemukan barang-barang tidak sesuai spesifikasi yang ada di kontrak,” imbuhnya.

JPU juga mengatakan saat proses lelang, terjadi persekongkolan untuk memenangkan satu diantara peserta. Dalam artian, pemenang tender sudah ditentukan dari awal. 

“Untuk dakwaan primer yakni Pasal 2 Undang-Undang Republik Indonesia (RI) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi tidak terbukti. Namun, Pasal 3 masuk. Yekti menyalahgunakan wewenang,” tukasnya. 

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved