Pilkada Kalbar
Terus Jaga Kedamaian, FKUB Kalbar Imbau Paslon Tak "Memperalat" Agama
Ketua FKUB Kalbar, Ismail Ruslan mengimbau agar seluruh tokoh agama hingga dengan politisasi agar tidak melakukan politisasi agama.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Madrosid
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua FKUB Kalbar, Ismail Ruslan mengimbau agar seluruh tokoh agama hingga dengan politisasi agar tidak melakukan politisasi agama.
"FKUB Kalbar menghimbau tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, politisi tidak memperalat agama untuk kepentingan politik," katanya, Senin (04/06/2018) saat dikonfirmasi Tribunpontianak.co.id
Menurutnya, jika agama atau SARA dipolitisasi akan merusak kerukunan dan kedamaian yang ada di Kalbar.
Baca: Foto-foto Petinju Daud Yordan Terima Bantuan Apresiasi dari Forum Komunikasi Industri
"Politisasi agama atau SARA akan merusak kerukunan, kedamaian dan persatuan yg sdh terjalin di Kalbar," katanya.
Harusnya, kata dia, para paslon atau politisi lebih mengedepankan program.
"Politisi lebih mengedepankan dan menyuguhkan program kerja selama 5 tahun ke depan," harapnya.
Menurutnya pula, seluruh elemen bertanggung jawab untuk merawat dan menjaga kerukunan yang ada di Kalbar.
"Tokoh agama, tokoh masyarakat dan politisi bertanggung jawab merawat dan menjaga kerukunan di Kalbar, dengan cara tidak mempolitisasi agama untuk kepentingan pragmatis," tukasnya. (dho)