Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Kopri PKC PMII dan Pengurus Wilayah IPPNU Kalbar Gelar TalkShow
Mereka melaksanakan peringatan hari yang sangat sakral itu, mengingat Pancasila merupakan ideologi Bangsa Indonesia.
Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Madrosid
Citizen Reporter
Biro Pers PKC PMII Kalbar
Afifuddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila, moment tersebut tidak dilewatkan begitu saja oleh berbagai kalangan di beberapa daerah dan elemen masyarakat.
Mereka melaksanakan peringatan hari yang sangat sakral itu, mengingat Pancasila merupakan ideologi Bangsa Indonesia.
Tidak terkecuali Kopri PKC PMII Kalbar dan Pengurus Wilayah IPPNU Kalbar, yang memperingati hari kesaktian Pancasila dengan menggelar TalkShow Ramadhan di Aula Kanwil Kemenag Kalbar.
Baca: Festival Meriam Karbit untuk Lestarikan Budaya dan Dongkrak Nilai Jual Wisata
Dengan Tema "Pancasila Sebagai Pedoman Perempuan Generasi Millineal" acara dikemas dengan dialog interaktif yang di sampaikan oleh para narasumber, mereka adalah Anggota DPRD Provinsi Kalbar Yuliana, A.Md, Komisioner Bawaslu Provinsi Kalbar Syarifah Aryana Kaswamayana serta Aktivis Perempuan Ummi Marzukhoh.
Ketiga nya menyampaikan materi mengenai, Pemahaman dan Pengamalan Pancasila Sebagai Pondasi dan ruh anak-anak Muda di Era Millenial yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.
Dalam sambutannya Ketua Kopri PKC PMII Kalbar Sri Yulandari Mba menyampaikan bahwa, Pancasila adalah Final sebagai Ideologi Bangsa.
"Jangan dirusak oleh oknum atau golongan yang mengatasnamakan kebenaran. Kita sebagai mahasiswa harus bisa menjawab tantangan zaman, perempuan harus menjadi garda terdepan dalam memimpin Bangsa, " ungkapnya.
Senada dengan Sri, Ketua IPPNU Kalbar Siti Rohimah menjelaskan bahwa, peran dan fungsi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sekedar sebagai ideologi Negara tapi kita harus mampu mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
" Apalagi kepada adik-adik pelajar, harus memahami betul-betul isi dari Pancasila sebagai pedoman kehidupan, pelajar harus kuat, pelajar harus cerdas, " ucapnya.
Sementara itu, satu diantara ketiga narasumber Yuliana mengatakan bahwa keterwakilan perempuan di legislatif masih sangat jauh, bahkan belum mencapai 30 persen.
" Mari para perempuan, jangan takut duduk di kursi legislatif, awalnya dulu saya tidak tau apa-apa tentang politik, Alhamdulillah lambat laun saya banyak belajar dan bisa mengabdi kepada masyarakat, " ungkapnya.
Disisi lain Syarifah Aryana Kaswamayana selaku komisioner Bawaslu Provinsi Kalbar menyampaikan bahwa di era Millenial Perempuan harus bisa memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kemajuan teknologi.