Transportasi Air Masih Jadi Primadona Warga Tanjung Satai
Kapal pelayaran rakyat masih menjadi primadona alat transportasi warga Desa Tanjung Satai, Kecamatan Pulau Maya.
Penulis: Faiz Iqbal Maulid | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Adelbertus Cahyono
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Kapal pelayaran rakyat masih menjadi primadona alat transportasi warga Desa Tanjung Satai, Kecamatan Pulau Maya.
Meski demikian, dalam sehari hanya ada satu kapal yang berangkat dari Tanjung Satai menuju Sukadana, begitu pula sebaliknya.
Seorang warga, Abdul mengatakan, selain orang dan barang, biasanya warga juga akan membawa sepeda motornya menggunakan kapal tersebut.
"Kalau lewat jalur darat susah, jalannya kalau hujan rusak, tanahnya lengket," katanya saat menumpang kapal tersebut, Jumat (1/6/2018).
Baca: Mau Mudik? Ini Dua Pilihan Transportasi Air Warga Pontianak dan Sukadana
Dalam sekali jalan, warga biasanya diminta membayar ongkos sebesar Rp 30 ribu untuk menumpang kapal yang sudah cukup tua ini.
Jika membawa sepeda motor, maka warga diwajibkan membayar ongkos sebesar Rp 60 ribu.
"Biasanya pakai kapal kalau mau belanja atau ke tempat keluarga di Sukadana," ujarnya.
Menurut dia, sebetulnya alat transportasi kapal ini masih terbilang seadanya, mengingat usianya yang sudah cukup tua.
"Paling tidak ini harus diganti, sehingga keselamatan warga lebih terjamin," harapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kapal-membawa-sepeda-motor-milik-warga-dari-desa-tanjung-satai_20180601_144857.jpg)