Tim Gabungan Sidak 9 Swalayan, Ditemukan Susu Bubuk Kedaluwarsa

Hari ini kita turun di sembilan sarana perbelanjaan dan tersebar ada di Sungai Jawi dan Jalan Tanjung Raya II serta Ahmad Yani.

Tim Gabungan Sidak 9 Swalayan, Ditemukan Susu Bubuk Kedaluwarsa
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Kepala BBPOM Kalbar, Susan Gracia Arpan. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sebanyak sembilan swalayan digeruduk oleh tim gabungan dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Minuman (BPOM) Kalbar, Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak dan Dinas Kesehatan Kota Pontianak untuk dilakukan inspeksi mendadak terhadap barang-barang yang mereka jual sehingga tak merugikan konsumen yang mengkonsumsinya.

Sembilan swalayan tersebut adalah Mitra Anda, Garuda Mitra, Mitra Mart, Carrefour, Hyfermart, Bintang Kejora, Daili Mart, Happy Famili Mart, Mitra Lestari.

Kepala BBPOM Kalbar, Susan Gracia Arpan menuturkan jika dari hasil sidak yang dilakukan, untuk swalayan di Pontianak Timur semuanya ditemukan makanan yang telah kedaluwarsa dan kemasan yang rusak.

"Hari ini kita turun di sembilan sarana perbelanjaan dan tersebar ada di Sungai Jawi dan Jalan Tanjung Raya II serta Ahmad Yani. Temuan kita yaitu terkait produk rusak dan kadaluarsa, untuk di Pontianak Timur tadi produk susu bubuk yang telah kadaluarsa dan
kemasan yang rusak," ucap Susan Gracia Arpan, Senin (21/5/2018).

Baca: Banyak Temuan Makanan Kedaluwarsa di Kota Pontianak, Dewan Minta Sanksi Tegas

Susan menjelaskan sidak yang dilakukan bersama-sama ini untuk meningkatkan pengawasan terhadap pangan dalam rangka intensifikasi pengawasan di bulan Ramadan.

"Tim kami bagi, tersebar dibeberapa titik sarana distribusi atau swalayan pangan. Ini adalah tahap ketiga, karena BBPOM ada tujuh tahap dimana dua minggu sebelum bulan puasa sudah dilakukan," tambahnya.

Memang tak banyak pelanggaran yang ditemukan tim gabungan hari ini, disebutnya palingan kemasan kaleng yang peyok tapi di empat swalayan di Pontianak Timur ditemukan susu buku yabg kadaluarsa namun jumlahnya tak banyak.

"Tadi saya turun di dua swalayan, Hyper Mart dan Carrefour dan tim lainnya di dua titik Sungai Jawi dan Tanjung Raya II, temuannya hanya beberapa sampel minuman kaleng yang penyok dan ada satu kerupuk yang kadaluarsa. Serta ada home industri yang izin PIRT sudah harus di perpanjang ulang. Kami juga melakukan pengawasan sampai di gudang beku dan pengawasan sampai swalayan mengelola barang return," jelasnya.

Sejauh ini ketika dia melakukan tinjauan dilapangan, baik di Kota Pontianak maupun kabupaten kota lainnya pangan yang ada relatif aman. Terutama pada swalayan yang telah dikunjungi sudah cukup paham tentang pengawasan pangan ada.

Ia pun mengimbau kepada konsumen untuk cerdas dalam membeli dan mengkonsumsi barang, jangan lupa cek Kemasan, Label, Izin Edar dan Kadaluarsa (CLIK).

Penulis: Syahroni
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved