Temuan Susu Formula Kedaluwarsa, Diskumdag Peringatkan Pengusaha Ritel

Hasil sidak bersama tim gabungan kali ini, diakuinya tidak ada temuan yang terlalu mengkhawatirkan.

Temuan Susu Formula Kedaluwarsa, Diskumdag Peringatkan Pengusaha Ritel
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SYAHRONI
Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak, Arwani 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Dengan diketemukannya produk susu formula bayi kedaluwarsa, Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak, Arwani berharap, agar penjual atau pemilik toko swalayan segera menarik barangnya dan tidak menjualnya.

"Seiring intensitas pembinaan yang dilakukan maka semakin sedikit temuan pelanggaran yang dilakukan pelaku usaha," kata Arwani disela sidak sembilan swalayan di Kota Pontianak, Senin (21/05/2018).

Arwani menegaskan, pihaknya juga selalu melakukan pengawasan rutin terhadap produk yang beredar. Hal itu untuk memberikan perlindungan pada konsumen dan memberikan pembinaan pada pelaku usaha.

"Saat perayaan keagamaan seperti Ramadan dan Idul Fitri ini memang pengawasan difokuskan pada pangan, tapi dalam pengawasan rutin, semua produk diawasi," tandasnya.

Hasil sidak bersama tim gabungan kali ini, diakuinya tidak ada temuan yang terlalu mengkhawatirkan, hanya pelaku usaha ritel perlu diingatkan kembali.

Mengingat selama Ramadan dan Idul Fitri permintaan akan meningkat, dari itu ia memastikan untuk melakukan peningkatan pengawasan dalam rangka membina dan mengingatkan masyarakat saat membeli.

"Mudah-mudahan makanan yang di konsumsi masyarakat dalam kondisi aman dan sehat," imbuhnya.

Baca: Awas! Susu Bayi Kedaluwarsa Beredar, Tim Gabungan Sidak Sembilan Swalayan

Pada momen saat ini, dimana permintaan yang meningkat. Ia yakin dan percaya bahwa para pelaku usaha tentu tidak akan melakukan hal-hal yang tidak sepantasnya seperti merugikan masyarakat, karena itu juga dapat berdampak kepada pelaku usaha itu sendiri.

Tindak lanjut dari itu, ia mengimbau agar masyarakat untuk lebih esktra hati-hati dalam membeli suatu produk. "Masyarakat jangan mudah tergiur dengan harga produk yang murah," sebutnya.

Sebab, lanjut Sarwani sampai saat ini, masih ada pedagang yang belum mengerti tentang kualitas produk dan kualitas melayani masyarakat. Karena itu, kepada para pedagang juga diimbau agar tidak hanya berorientasi kepada keuntungan semata.

"Pedagang jangan hanya memikirkan untung semata. Tapi juga harus memikirkan dan memperhatikan masyarakat. Sebab, ini bisa berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat," tegasnya.

Tindak lanjut dari itu, puluhan produk kedaluwarsa yang ditemukan tersebut langsung diamankan dan disarankan agar dimusnahkan saja.

Penulis: Syahroni
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved