Nasihat Puasa Gus Mus dari Tak Sekadar Menahan Lapar hingga Perilaku Jasmaniah

Bukan perut yang lapar, Bukan tenggorokan yang kering yang mengingatkan kedaifan dan melembutkan rasa

Penulis: Rihard Nelson | Editor: Rihard Nelson
Net
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Jujurlah pada dirimu sendiri mengapa kau selalu mengatakan Ramadan Bulan Ampunan apakah hanya menirukan Nabi atau dosa-dosamu dan harapanmu yang berlebihanlah yang menggerakkan lidahmu begitu.

Seperti dikutip dari IG Ahmad Mustafa Bisri @s.kakung, atau biasa disapa Gus Mus memberikan tausiah, Ramadan adalah bulan antara dirimu dan Tuhanmu. Darimu hanya untukNya dan Ia sendiri tak ada yang tahu apa yang akan dianugerahkanNya kepadamu. Semua yang khusus untukNya khusus untukmu. 

Ramadan adalah bulanNya yang Ia serahkan padamu dan bulanmu serahkanlah semaya-mata padaNya. Bersucilah untukNya.
Bersalatlah untukNya, Berpuasalah untukNya, Berjuanglah melawan dirimu sendiri untukNya. 

Baca: Ditemukan Sobekan Alquran Bertebaran di Jalanan, Videonya Viral

Sucikan kelaminmu.

Berpuasalah. Sucikan tanganmu.

Berpuasalah. Sucikan mulutmu.

Berpuasalah. Sucikan hidungmu.

Berpuasalah. Sucikan wajahmu.

Berpuasalah. Sucikan matamu.

Berpuasalah. Sucikan telingamu.

Berpuasalah. Sucikan rambutmu.

Berpuasalah. Sucikan kalimu.

Berpuasalah. Sucikan tubuhmu.

Berpuasalah. Sucikan hatimu.

Berpuasalah. Sucikan pikiranmu.

Berpuasalah. Sucikan dirimu.

Bukan perut yang lapar, Bukan tenggorokan yang kering yang mengingatkan kedaifan dan melembutkan rasa. 

Baca: Survei Indo Barometer: Soeharto Presiden Paling Berhasil

Puasakan kelaminmu

untuk memuasi Ridha

Puasakan tanganmu

untuk menerima Kurnia

Puasakan mulutmu

untuk merasai Firman

Puasakan hidungmu

untuk menghirup Wangi

Puasakan wajahmu

untuk menghadap Keelokan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved