Berantas Kemiskinan, Ini Program Bappeda Kalbar

Ketiga adanya kecenderungan masyarakat atau anak muda yang sudah menjadi sarjana tidak mau bekerja di lapangan kerja tertentu

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / WAWAN GUNAWAN
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kalbar, Drs Ahi MT saat menyampaikan arahan dalam rakor bersama Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), Selasa (15/5/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Badan perencanaan dan pembangunan (Bappeda) Kalbar, Drs Ahi MT sedikitnya ada tujuh program prioritas provinsi Kalimantan Barat dalam mengentaskan kemiskinan.

Namun demikian perlu juga di ketahui ada empat faktor yang mempengaruhi pertumbuhan kemiskinan di Kalbar, satu di antaranya kenaikan harga komoditas-komoditas tertentu seperti sembako dan penurunan harga beberapa komoditas tertentu seperti karet dan sawit, Selasa (15/05/2018).

(Baca: Bawaslu Gelar Rakor Kesekretariatan Panwascam se-Kabupaten Sanggau )

"Sebenarnya untuk program ini banyak, masing-masing di beberapa OPD, tapi kita tidak bisa membendung pengaruh eksternal seperti kenaikan komiditas tertentu dan penurunan komiditas tertentu. Itu menjadi masalah sehingga memang angka kemiskinan kita turun secara presentase, tapi secara angka mutlak mengalami peningkatan," ujarnya.

Kenaikan angka kemiskinan itu, lanjut dia disebabkan beberapa hal, seperti perubahan  dari penduduk yang bukan angkatan kerja menjadi angkatan kerja, seperti pelajar mahasiswa dan ibu rumah tangga.

Kedua karena kecepatan perubahan Penduduk yang bukan Angkatan kerja, dan berpengaruh pada kemampuan penyerapan lapangan kerja yang ada. Ketiga adanya kecenderungan masyarakat atau anak muda yang sudah menjadi sarjana tidak mau bekerja di lapangan kerja tertentu

(Baca: Prajurit Jaga Ketat Makodam XII Tanjungpura )

"Ketiga memang ada kasuistis, ada penduduk yang sudah menjadi sarjana tidak mau bekerja di lapangan kerja tertentu, lebih cenderung memenuhi spesifikasi keilmuan mereka," sambung Ahi.

Dan yang terakhir atau ke-empat faktor  alamiahnya perkembangan jumlah penduduk Kalimantan Barat termasuk dalam kategori sedang, juga turut mempengaruhi pertumbuhan kemiskinan.

Untuk mengatasi hal tersebut, Bappeda Kalbar berpegangan pada visi misi dan strategi pembangunan daerah untuk mencapai sasaran pembangunan yang di inginkan, yaitu

1. Meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat
2. Prioritas untuk meningkatkan kecerdasan sumber daya manusia
3. Prioritas meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat
4. Prioritas peningkatan sumber daya aparatur dan pelayanan publik
5. Prioritas peningkatan pembangunan infrastruktur dasar
6. Prioritas peningkatan kemampuan pembiayaan pembangunan
7. Dan prioritas meningkatkan pemerataan pembangunan, keadilan aman damai serta ketahanan budaya.

Untuk di ketahui saat ini presentase Penduduk miskin di Kalimantan barat sebesar 7,86 (%) persen, namun demikian angka itu masih di bawah presentase Penduduk miskin Nasional yaitu sebesar 10,12 (%) persen.

Sedangkan untuk tingkat kabupaten/kota persentase terbesar di Kabupaten Melawi yakni 12,54 (%). Namun jika dilihat dari angka kemiskinannya provinsi ada tujuh kabupaten yang berada di atas rata-rata presentase provinsi, yakni Melawi, Landak, Ketapang, Kayong Utara, Sintang, Kapuas hulu dan Sambas. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved