Sri Mulyani Akui Kecewa Ada Pegawainya Terjerat Kasus OTT KPK
“Selalu saja ada oknum yang merusak cita-cita pembangunan birokrasi bersih
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu RI), Sri Mulyani Indrawati mengaku kecewa terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) beberapa waktu lalu.
“Saya sebagai Menteri, kecewa dengan perbuatan pegawai saya yang ditangkap KPK,” ungkapnya saat orasi ilmiah pada acara peringatan Dies Natalis Ke-59 Universitas Tanjungpura (Untan) di Gedung Auditorium Untan, Jalan Moh Isha Pontianak, Jumat (11/5/2018).
(Baca: Sri Mulyani Sebut Peningkatan SDM Sebagai Upaya Jokowi Tingkatkan Nilai Kompetitif TKI )
Menurut dia, kejadian ini merupakan tamparan bagi pemerintah, khususnya Kemenkeu di saat Kemenkeu berupaya meningkatkan kesejahteraan gaji dan transparansi untuk mengukur kinerja.
“Selalu saja ada oknum yang merusak cita-cita pembangunan birokrasi bersih,” terangnya.
Berkaca dari kasus ini, Sri Mulyani mengajak semua pihak untuk jadikan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) sebagai musuh bersama.
“Kita harus jadikan KKN musuh bersama. Komitmen ini harus diterapkan di seluruh instansi. Memperbaiki kualitas birokrasi merupakan suatu keharusan,” tukasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/menteri-keuangan-sri-mulyani-indrawati_20180511_131917.jpg)