Hari Kartini Dimata Kepala BPKAD Kubu Raya

Menurntya wanita memiliki potensi yang dapat dikembangkan lebih baik hanya saja diakuinya terkadang kaum wanita merasa kecil.

Penulis: Try Juliansyah | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / MASKARTINI
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kubu Raya, Nurmarini (tengah) beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak , Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Nurmarini merupakan satu diantara wanita yang diberikan ruang dalam pengembangan potensinya oleh Pemda Kubu Raya dengan di tunjuk sebagai kepala BPKAD. Dimana menurutnya hari Kartini menjadi momentum bagi wanita di Kubu Raya.

"Hari Kartini merupakan momentum sebagai wanita di Kubu Raya untuk mengembangkan Potensinya," ujarnya, Kamis (26/4/2018)

Baca: Nurmarini Minta Desa Segera Penuhi Syarat Pencairan Dana Desa Tahap I

Menurutnya wanita memiliki potensi yang dapat dikembangkan lebih baik hanya saja diakuinya terkadang kaum wanita merasa kecil.

Hal inilah yang menurutnya banyak kaum wanita kurang gencar mengembangkan potensinya.

Baca: Alberta Nilai Pemkab Kubu Raya Cukup Mengapresiasi Kaum Wanita

"Sebetulnya dalam diri wanita ada potensi dan jika dikembangkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat. Hanya saja selama ini perempuan merasa kecil yang menyerahkan banyak hal kepada laki-laki, sehingga hanya mengurus rumah," katanya.

Namun walaupun mengurus rumah itu memang tugas pokok wanita tapi jika bisa berkarir seharunya wanita juga memiliki kesempatan yang sama dengan kaum pria. Ia menilai di Kubu Raya sudah banyak pegawai yang dari kalangan wanita, hanya saja belum pada posisi strategis.

"Kalau melihat dari struktur PNS di KKR hampir seimbang antara wanita dan laki-laki, namun di jajaran struktural masih di dominasi oleh laki-laki. Kami berterimakasih telah diberi kesempatan kepercayaan diberi kekuatan untuk melaksanakan tugas Seperti halnya laki-laki," tuturnya.

Namun ia juga tidak menampik jika masih ada stigma yang menilai kaum wanita belum bisa di sejajarkan dengan kaum pria khususnya di bidang pekerjaan.

"Nah bisanya stigmanya, itukan perempuan apakah bisa bisa melakukan hal-hal tertentu, nah ini yang harus dihindari," tuturnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved