Pilkada Kalbar

Agus Setiadi: Jangan Sampai Karena Beda Pilihan Lalu Bermusuhan

Agus Setiadi memberikan apresiasi pada kegiatan yang diselenggarakan oleh mahasiswa

Agus Setiadi: Jangan Sampai Karena Beda Pilihan Lalu Bermusuhan
TRIBUN PONTIANAK/SYAHRONI

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Persatuan Orang Melayu (POM) Kalimantan Barat, Agus Setiadi memberikan apresiasi pada kegiatan yang diselenggarakan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Pontianak yang menggelar kuliah umum dan melibatkan berbagai unsur mulai dari KPU dan beberapa Ormas lainnya.

"Kita apresiasi untuk kegiatan hari ini yang digelar oleh adik-adik mahasiswa dari GMNI. Ini suatu kegiatan yang harus kita dukung," ucap Ketua POM Kalbar, Agus Setiadi saat acara yang bertemakan, Berkehidupan Politik tanpa SARA, Black Campaign dan Money Politic guna Terciptanya Pilkada Santun dan Bermartabat oleh GMNI Pontianak di Hotel Hy Home, Sabtu (21/4/2018).

Agus menegaskan pihaknya dari POM sangat mendukung terciptanya Pilkada damai tanpa tanpa adanya kerusuhan, karena dalam Pilkada adalah memilih pemimpin.

Ia sepakat dengan tema yang diangkat oleh para mahasiswa yang tergabung dalam GMNI.

Baca: Tidur Menghadap ke Kiri Sangat Berkhasiat! Berikut Penjelasannya

"Kite dari POM Kalbar tentu sangat mendukung Pilkada damai, tak ada yang mau rusuh, tak ada yang mau perang. Semuanya mau aman dan damai. Begitu juga kame dari keluarga besar POM Kalbar," tegasnya.

Dipertegasnya pihaknya tidak ingin terjadi apa-apa baik Pilkada di kabupaten kota dan Pilgub ia berpesan jangan jadikan Pilkada ajang untuk bermusuhan .

"Kite boleh beda pilihan, tapi kite mesti jangan sampai tak betegor. Pilihan boleh lain tapi jangan kite bekelai, ini meski kite sadari semue," himbau Agis Setiadi.

Ia sebut jangan sampai karena politik dan Pilkada yang berlangsung karena beda pilihan lalu menjadikan hubungan silaturahmi yang selama ini terjalin lalu terputus.

"Kite yang dulunya kawan akrab jadi tak akrab dan bemusoh. Ini mesti kita sadarkan, kite himbau pada saudara kite dan masyarakat jangan sampai terpecah belah, baik ikatan sosial, maupun lainnya," pungkas Agus.

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved