Masih Syok, Korban Kebakaran Gang Nenas Damba Bantuan

Di rumah tersebut sebetulnya ada dua kepala keluarga yang tinggal berjumlah 12 orang.

Penulis: Syahroni | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / SYAHRONI
Tampak rumah Siti Rahayu (39) yang hampir rata dengan tanah akibat dilalap sijago merah,  Kamis (19/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak,  Syahroni 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Trauma dan syok akan kejadian  kebakaran hebat yang menghanguskan kediamannya, masih tampak terlihat pada keluarga Siti Rahayu (39). Musibah yang  menghanguskan seluruh harta bendanya  ini terjadi saat sebagian keluarga tengah terlelap tidur dan mereka beruntung kala itu masih  ada bagian keluarga yang terjaga sehingga berteriak dan membangun seisi rumah dan Alhamdulillah  12 nyawa yang berada dalam rumah itu selamat.

Musibah kebakaran  itu terjadi sekitar pukul 23.30 WIB,  Rabu (18/4) tengah malam,  tak perlu waktu lama  sijago merah menghabiskan  bangunan dan sesiisi rumah sehingga yang tersisa  hanya arang-arang bekas jilatan api. 

(Baca: Kreatif, Anak Pontianak di Kontrak Perusahaan Aplikasi Luar Negeri )

Mona (27) yang merupakan  saudari dari Siti Rahayu menceritakan secara detail awal musibah yang nemimpa keluarga besarnya itu. Kebetulan malam musibah itu datang ia juga tidur dirumah saudara kandungnya itu dengan dua orang anaknya yang satu masih berumur 7 tahun dan satunya baru berumur 2 bulan. 

"Saat kejadian saya lagi nonton tv, same ponakan, kebetulan saye ade anak bayi. Kakak ni udah tidur semuanya kumpul di kamar. Kejadian jam 11.30 malam itukan bunyi kretek-kreyek gitu dari dapur. Macam suara kucing cakar seng. Saya suruh ponakan cek, ape yang bunyi, sekali diintip rupenye api," ucap Mona yang  juga masih syok  terhadap kejadian yang mengharuskan seluruh rumah  saudara kandungnya itu, di Gang Nenas Pontianak  Barat,  Kamis (18/4/2018).

Saat terdengar suara kretek-kretek itu,  Mona sebut apinya masih kecil dan ia sempat berteriak sehingga semuanya terbangun.

Kala api mulai membesar yang ada diingatan Mona adalah menyelamatkan  nyawa-nyawa yang ada didalam rumah tersebut  terlebih,  dari 12 orang yang malam itu ada di dalam rumah 7 diantaranya  adalah anak-anak. 

(Baca: 10 Nama Calon Komisioner KPU Akan Fit And Proper Tes, Muzammil Pastikan Tak Ada Titipan )

"Saat api membesar, saya teriak dan pikiran saya hanya menyelamatkan  nyawa yang ade. Ramai  anak kecil soalnya,  ada yang Paud, SD SMP, SMA, kebetulan anak kakak saya lima orang masih sekolah, anak saye ada dua yang kecil yang bayi umur 2 bulan," ceritanya. 

Mona menceritakan sekitar sepuluh menit waktu yang dikejar untuk berteriak dan menyuruh semua keluarga yang ada didalam rumah tersebut  keluar mengamankan  diri, api semakin besar dan tak sempat menyelamatkan  sedikitlun harta benda,  bahkan surat-surat  penting dan pakaian tak ada yang dapat diselamatkan. 

"Untuk semue selamat,  walaupun harta benda habis semua," ucapnya. 

Mona dan kelaurganya tak tahu asal api yang menghanguskan kediamannya itu. Namun  kemungkinan  besar  adalah korsleting listrik,  sebab api mulai timbul dari atas rumah bagian dapur mereka. 

Di rumah tersebut sebetulnya ada dua kepala keluarga yang tinggal berjumlah 12 orang. 

"Ada dua KK dan jumlah orangnya ada 12, kakak saya kan ananya lima, terus kakak iparnya anak tige," jelas Mona. 

Harta mereka yang selamat hanya sepeda motor kebetulan  pada malam itu,  berada diluar rumah atau teras depan rumah. 

"Untung motor disimpan di luar itulah yabg selamat, tv empat, kulkas dua, kipas angin semua abis. Akta, KK, buku nikah, BPJS, surat penting semua habis," lirihnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved