Jangan Cap Landak Daerah Konflik di Pilkada, Ini Penjelasan Sekda Landak Alpius
partisipasi masyarakat untuk ikut pemilihan cukup tinggi, karena mencapai 90 persen lebih
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Rihard Nelson
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Pj Sekda Landak Alpius menerangkan, walaupun Landak dicap sebagai daerah rawan konflik, tapi selama Pilkada dan Pemilu yang telah dilaksanakan selama ini, semua berlangsung dengan aman, tertib dan lancar.
"Bahkan dalam partisipasi masyarakat untuk ikut pemilihan cukup tinggi, karena mencapai 90 persen lebih," ujar Sekda saat menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Lintas Sektoral terkait Pilgub Kalbar tahun 2018 di Ngabang pada Senin (9/4).
Baca: Kapolres Landak Sebut Ada 4 Indikator Rawan Konflik Dalam Pilkada
Maka kata Sekda, hal itu menujukkan Landak siap dalam berpartisipasi untuk Pilgub 2018 dan Pemilu 2019. "Sedangkan untuk rawan konflik, biasanya karena pemilih yang tidak terdaftar. Itu harus segera didata," katanya.
Sekda berharap, pihaknya dari Pemerintah Daerah melalui Disdukcapil terus melakukan perekaman ke pemilih pemula mau pun lansia. "Kami pada prinsipnya, siap bekesama dengan para Camat, Kepala Desa untuk mendukung," terangnya.
Baca: Ternyata Begini Strategi Polsek Mandor, Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan
Selain itu dirinya juga menhimbau kepada penyelangara baik KPU dan Panwas untuk benar-benar mengikuti juklak dan juknis yang ada. Karena kita bisa saja tidak tau ada perubahan. "Kalau ada segera disosialisasikan," harapnya.
Begitu juga dari unsur Panwas, apabila ada laporan segera untuk dikoordinasikan. "Kita di Landak ini mari ciptakan situasi yang tetap kondusif. Kebhinekaan kita harua menjadi patokan. Karena keberagaman itulah yang paling indah," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/sosialisasi_20180404_114012.jpg)