Ini Keunggulan Sambas Dibandingkan Jepang Dimata Atbah

Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili mengisahkan, petani di Provinsi Ibaraki tersebut menggunakan pupuk organik untuk tanaman mereka.

Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TITO RAMADHANI
Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili saat mengisahkan kunjungan kerjanya ke lokasi uji terap pertanian modern di Provinsi Ibaraki, Jepang. Setelah tiba di Kabupaten Sambas, Rabu (4/4/2018). 

Karena menurut Atbah, Jepang itu adalah negara yang telah mampu membangun mindset pertanian yang begitu maju.

"Telah mampu membangun mentalitas petani yang tangguh, telah mampu memiliki peradaban yang tinggi dalam soal pertanian," ujarnya.

Selain itu, negara Jepang menurutnya negara yang telah mampu menjadikan teknologi dan industri sebagai kultur dan budaya pertanian.

"Jadi jauh sekali, selain mentalitas sudah mindset sangat maju, kemudian kulturnya sudah budayanya teknologi dan industri. Tetapi tidak meninggalkan identitas mereka sebagai orang Jepang. Jadi kalau mereka menjadi petani, mereka menjadi petani yang kaya raya," jelas Atbah.

Menjadi petani yang kaya raya, sebab dengan lahan yang terbatas, petani di Jepang bisa memaksimalkan efektifitas hasil pertanian.

"Karena sentuhan teknologi, jadi lahan terbatas tapi bisa digarap 8 sampai 10 kali, untuk berbagai jenis, dan pertanian mereka bukan berorientasi kepada hasil, tetapi berorientasi kepada kualitas hasil, sangat luar biasa," sambungnya.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved