Dokter Terawan - Sang Jenderal Dipecat dari IDI Akibat Metode 'Cuci Otak'! Sembuhkan 40 Ribu Pasien

Dokter Terawan sendiri adalah dokter ahli yang juga menjadi Kepala RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta.

Tayang:
Editor: Marlen Sitinjak
KOLASE/TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Dokter Terawan 

Ia menilai ada yang salah kaprah dari menerapkan metode ini.

2. Pengakuan keluarga pasien

Pemecatan dokter Terawan ini membuat keluarga pasien turut angkat bicara.

Hal ini diungkapkan oleh seorang keluarga pasien melalui akun Instagram-nya bernama @fitrioktarini.

"Hari ini ditelpon sejumlah kawan yang bertanya tentang pemecatan dokter terawan dari IDI.

Mereka kirimkan ke saya juga suratsurat dasar pemecatannya.

Saya awalnya khawatir apakah berkaitan dengan tekhnologi medis DSA nya yang mengakibatkan dia dipecat.. tapi ternyata bukan.

Tapi lebih karena alasan tidak hadir dalam sidang etik IDI. Legalah.

Karena buat saya, dokter terawan macam jawaban dari doa suami saya dan doa saya mungkin juga doa anakanak saya.

Suami saya stroke sejak 8 tahun lalu.

Stroke pertama penyumbatan di kanan dan kiri saraf komunikasi.

Bicaranya agak terganggu.

Seminggu kemudian dirawat di icu khusus stroke di rs. Kawasan karawaci.

Atas saran kawan, suami lanjut.

Berobat di Singapura dua minggu dengan terapi ultrasonografi, setrum otak dll...

Saya memutuskan resign waktu itu dari kantor untuk menemani dia berobat.

Sumber: Warta Kota
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved