Cegah Virus Rabies, 120 Ekor Hewan Peliharaan di Subah Divaksinasi

Virus rabies merupakan virus menular yang disebabkan oleh gigitan binatang yang sudah terinfeksi rabies terhadap manusia.

Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TITO RAMADHANI
Bhabinkamtibmas Desa Tebuah Elok, Bripka S M Sinaga ikut berperan dalam sosialisasi pencegahan dan penanggulangan rabies bersama tim dari Dinas Kelautan Perikanan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas di balai pertemuan Kantor Desa Tebuah Elok, Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas pada Senin (2/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Bhabinkamtibmas Desa Tebuah Elok, Bripka S M Sinaga ikut berperan dalam sosialisasi pencegahan dan penanggulangan rabies bersama tim dari Dinas Kelautan Perikanan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas di balai pertemuan Kantor Desa Tebuah Elok, Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas pada Senin (2/4/2018).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Tim pencegahan dan penanggulangan rabies dari Dinas Kelautan, Perikanan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas, Hermawan beserta stafnya.

Baca: BNN Tangkap Sabu 18 Kg di Ngabang, Begini Penjelasan Kapolres Landak

Ketua Badan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Subah, Djajuli.

Kepala Desa Tebuah Elok, Harun, pengurus RT di Dusun Sempita, Dusun Elok Asam dan Dusun Tebuah serta warga masyarakat Desa Tebuah Elok.

Ketua tim pencegahan dan penanggulangan rabies, Hermawan memberikan penjelasan terkait virus rabies.

Baca: Polsek Kuala Behe Siap Bantu Puskesmas Suntik Vaksinasi Rabies

Menurutnya, virus rabies merupakan virus menular yang disebabkan oleh gigitan binatang yang sudah terinfeksi rabies terhadap manusia.

"Hewan - hewan yang dapat menularkan virus rabies antara lain anjing, kucing, kera dan kelelawar. Dengan persentase, anjing sebesar 95 persen, kucing sebesar 3 persen, kera dan kelelawar masing-masing sebesar 1 persen," ungkapnya, Selasa (3/4/2018).

Ia menerangkan, virus rabies tersebut menyerang susunan syarat otak manusia, apabila terkena gigitan anjing yang sudah terinfeksi rabies.

"Hewan yang terinfeksi virus rabies cendrung agresif, takut dengan cahaya terang, mulut ternganga sambil mengeluarkan liur yang berlebihan, suka menggigit apa saja yang ada di sekitarnya, termasuk juga manusia," terangnya.

Masa inkubasi hewan yang terinfeksi rabies tersebut, menurutnya, hanya mampu bertahan selama 14 hari setelah hewan tersebut menggigit manusia dan setelah itu hewan itu akan mati dengan sendirinya.

Namun akibat gigitan tersebut, dapat menyebabkan manusia atau hewan sejenis atau lainnya yang digigit, dapat tertular virus rabies.

"Virus rabies sampai saat ini belum ditemukan obatnya, sehingga cara pencegahan terhadap penularan virus rabies tersebut, dapat dilakukan dengan cara memberikan vaksin anti rabies terhadap hewan yang dapat menularkan virus rabies agar dapat meningkatkan anti body pada hewan tersebut," jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved