Misi Penyelamatan Plasma Nutfah Pusdiklat Green Villa Faperta Untan
Lewat sebuah program konservasi, plasma nutfah dari flora-flora itupun coba diselamatkan. Misi ini, lantas dijalankan dengan metode Eksitu.
Penulis: Ishak | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ishak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Terbentang di belahan garis khatulistiwa membuat Indonesia kaya akan tanaman-tanaman eksotis. Flora menawan itu, tersebar luas di kedalaman hutan-hutan tropis tanah air.
Namun, saat ini ada kecenderungan kekayaan hayati negeri itu tengah terancam.
Hal inipun lantas menarik perhatian khusus dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Green Villa Fakultan Pertanian Universitas Tanjungpura (Faperta Untan)
Baca: Hari Perdana Pelaksanaan UNBK di SMK Negeri I Pontianak
"Dari penelitian-penelitian yang dilakukan, menunjukkan bahwa ada tren populasi plasma nutfah di alam bebas ini kian menurun," ujar satu dari anggota Badan Pengarah Pusdiklat Green Villa Faperta Untan, Sigit Gigih Prasetyo (20), Senin (02/04/2018).
Kekhawatiran itupun memantik pihaknya membuat sebuah langkah strategis. Sebuah misi penyelamatan pun diusung sejak beberapa tahun belakangan.
Baca: Apel Pertama di Bulan April 2018, Sekda Kalbar Minta Hal Ini ke PNS
Lewat sebuah program konservasi, plasma nutfah dari flora-flora itupun coba diselamatkan. Misi ini, lantas dijalankan dengan metode Eksitu.
"Metode Eksitu ini adalah dengan membawa plasma nutfah tanaman dari alam terbuka, untuk kemudahan dikembangkan biakkan di luar habitatnya. Nah, untuk itu, kami punya penangkaran khusus pembiakan plasma nutfah ini di Green Villa," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/periksa-tanaman_20180402_125427.jpg)