Panwaslu Kabupaten/Kota Akan Berubah jadi Bawaslu Per 16 Agustus 2018

Sekretaris Jenderal Bawaslu RI, Gunawan Suswantoro menuturkan Panwaslu yang ada akan berubah menjadi badan atau Bawaslu.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Sekretaris Jenderal Bawaslu RI, Gunawan Suswantoro saat menghadiri Bimbingan Teknis PPL Se-Kota Pontianak belum lama ini. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sekretaris Jenderal Bawaslu RI, Gunawan Suswantoro menuturkan Panwaslu yang ada akan berubah menjadi badan atau Bawaslu di setiap Kabupaten Kota.

"Pembentukan Bawaslu Kabupaten Kota akan kita lakukan seleksi atau evaluasinya, yang sekarang jadi panwas nanti akan lakukan evaluasi," ungkapnya, Sabtu (17/03/2018) saat menghadiri Bimbingan Teknis PPL Se-Kota Pontianak.

Menurutnya, evaluasi tersebut hanya mengikuti tes kesehatan dan psikologi, sedangkan untuk tes tertulis tidak perlu ikut lagi bagi panwas.

"Namun untuk masyarakat lain atau pamwascam akan ikut seleksi dari awal dari tes tertulis hingga fit and propertest hingga bulan juni 2018, sehingga sebelum tanggal 16 Agustus 2018, seluruh Bawaslu Kabupaten Kota seluruh Indonesia telah terbentuk," terangnya.

Baca: Bawaslu Akan Bubarkan Paslon yang Kampanye di Tempat Ibadah dan Lembaga Pendidikan

Untuk jumlah komisioner, dikatakannya, tergantung jumlah penduduk dimasing-masing Kabupaten Kota, sesuai dengan lampiran UU 7 tahun 2017, misalnya Kota Pontianak 5, Singkawang 3.

Ia mengatakan, pentingnya permanensasi Bawaslu Kabupaten Kota dalam rangka kelembagaan demokrasi di Indonesia agar mapan.

Karena ditingkat Kabupaten Kota itulah, diterangkannya demokrasi harus dipersiapkan dengan baik, dan harapnnya akan menambah meningkatnya demokrasi di Indonesia.

Baca: Panwaslu Mempawah Minta Peran Aktif Masyarakat Awasi ASN dan Kades Terlibat Kampanye

Bambang pun menuturkan, demokrasi Indonesia secara prosedural sudah baik bahkan diakui oleh dunia, demokrasi secara substanstial harus selalu ditingkatkan, tahun demi tahun ditingkatkan.

"Ciri-ciri demokrasi substantial menjadi baik seluruh masyarakat harus terlibat didalam pemilu, kita akan ajak mereka. Keterlibatan itu bukan hanya sekedar terlibat, namun rasional, inilah yang hars ditingkatkan dan bukan memilih hanya karena ajakan teman dan tetangga, namun rasional mana yang terbaik," tukasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved