10 Penemuan Hebat Ini Tak Satupun Raih Nobel, Termasuk World Wide Web
Penghargaan Nobel dianugerahkan setiap tahun kepada siapa saja yang melakukan penelitian luar biasa. Selain itu
Enam tahun sebelumnya, ilmuwan Craig Venter dan rekan-rekan mengembangkan satu teknik memasangkan seluruh kombinasi genom untuk membaca keseluruhan kode dari organisme yakni bakteri Haemophilus influenzae.
Metode ini jadi terobosan dasar menuju kemenangan penelitian genomik: memecah keluar kode ratusan spesies lainnya.
3. Teori Kematian Lubang Hitam
Suatu malam di 1970, Stephen Hawking sedang berada di tempat tidur ketika sebuah pemikiran mengilhami dan membuatnya bergairah.
Dia berpikir, lubang hitam yang sebelumnya dianggap kekal lama-kelamaan akan kehilangan massanya dan akhirnya menguap, meledak di kelebatan sinar gamma.
Masalahnya, teori ini saat itu nggak mungkin bisa dibuktikan. Waktu hidup lubang hitam terlalu panjang.
Namun kajian Hawking, yang menggabungkan teori relativitas dengan mekanika kuantum, sekarang ini telah tegas tertanam dalam fisika teoretis.
Hawking mungkin akan memenangkan hadiah itu setelah alam memberikan konfirmasi bagi teorinya.
Tetapi ledakan lubang hitam takkan terjadi hingga miliaran tahun.
4. Tabel Periodik
Apalagi temuan yang lebih mendasar, fundamental, dan substansial, daripada identifikasi unsur-unsur kimiawi?
Tabel periodik adalah hasil kerja Dmitri Mendeleev yang pertama kali dikemukakan pada 1869, sangat layak dihargai Nobel.
Mendeleev memang dinominasikan dalam daftar peraih Nobel tahun 1905 dan 1906, tapi kalah karena anggapannya sudah terlalu tua dan dikenal.
Nampaknya tabel periodik unsur jadi "korban" dari kesuksesan dan ketenarannya sendiri.
Meskipun demikian penemuan ini jadi warisan ilmu pengetahuan yang berguna.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ilustrasi-temuan-ilmiah_20180314_201457.jpg)