Beredar Video Karolin-Gidot Memuat Logo HMI, Ini Reaksi Keras Aktivis HMI Sambas
Kami HMI Cabang Sambas dengan ini membuat pernyataan sikap, menolak dengan tegas atas pencatutan indentitas HMI dalam kampanye.
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Beredar di media sosial mau aplikasi chat grup Whatsapp, video kampanye Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Kalimantan Barat nomor urut 2, Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot yang disebut-sebut menyematkan materi bermuatan gambar logo Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada Selasa (6/3/2018).
HMI Cabang Sambas yang di nahkodai oleh Ahmad Fauzi selaku Ketua Umum, langsung bereaksi dengan menyampaikan pernyataan sikap. Menolak pencatutan bendera HMI, dalam konten video tersebut yang diduga diproduksi oleh tim sukses pasangan calon Karolin-Gidot.
"Kami HMI Cabang Sambas dengan ini membuat pernyataan sikap, menolak dengan tegas atas pencatutan indentitas HMI dalam kampanye yang dibuat dalam bentuk video tersebut," tegasnya, Selasa (6/3/2018).
Baca: Tepis Pencatutan Video Lambang HMI dari Timnya, Ini Klarifikasi Suryadman Gidot
Fauzi meminta pihak yang membuat dan menyebar video kampaye paslon yang mencatutkan identitas HMI tersebut, untuk segera mengklarifikasi dan meminta maaf kepada Keluarga Besar Himpunan Mahasiswa Islam.
"Kami meminta paslon yang bersangkutan untuk segera mengklarifikasi, serta meminta maaf kepada keluarga besar HMI," ujarnya.
Sebagai teguran kepada paslon, Fauzi meminta kepada Bawaslu Provinsi Kalbar untuk memberikan sanksi tegas kepada paslon Karolin-Gidot.
"Kami meminta Bawaslu Provinsi Kalbar, memberi sanksi tegas terhadap paslon yang dengan sengaja mencaplok logo HMI, ke dalam video, untuk dijadikan bahan kampanye mereka", tegasnya.
Selain membuat pernyataan sikap atas pencatutan identitas HMI di video kampaye paslon Karolin-Gidot, Fauzi juga menyampaikan tuntutan kepada paslon lainnya.
"Kami menuntut agar semua paslon tidak sembarangan dalam menampilkan, atau memasang logo organisasi apa pun sebagai bentuk dukungan," jelasnya.
Rian yang juga tergabung didalam pengurus HMI Cabang Sambas pada bidang Wakil Sekretaris Umum Bidang Pemberdayaan Anggota, juga ikut berkomentar membuat pernyataan sikap menanggapi hal tersebut.
"HMI adalah organisasi yang independen yang termaktub dalam pasal 6 Anggaran Dasar (AD) HMI, dan itu adalah harga mati bagi kader HMI," terangnya.
Rian menyesalkan pada pihak yang menyebarkan video kampanye tersebut, yang dengan sengaja menyelipkan materi berindentitaskan HMI.
"Saya mewakili seluruh kader HMI, sangat menyesalkan hal ini, karena tercatutnya identitas HMI yang secara tidak langsung sudah menciderai nilai-nilai independensi, yang selama ini kami rawat demi kemashalatan umat dan bangsa, sekarang malah diperalat untuk kepentingan politik," sambungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ahmad-fauzi_20180306_193841.jpg)