Ternyata Komisioner Panwascam Sungai Raya Alami Pukulan Dibagian Ini
Namun, kata dia, saat dilakukan verifikasi dan konfirmasi, ada kesalahpahaman dan persepsi oleh pihak yang bersangkutan.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Panwascam Sungai Raya, Kubu Raya, Bambang Sudarmono membeberkan bagian mana anggotanya yang terkena pukulan oknum tidak bertanggung jawab.
"Di pukul bagian wajah dan di tendang bagian paha, terdapat goresan di bagian leher," katanya, Kamis (01/03/2018).
Baca: Ketua Bawaslu Kalbar Kutuk Terjadinya Pemukulan Panwascam Kubu Raya
Untuk diketahui, komisioner Panwascam Sungai Raya, Kubu Raya Abdul Gani mengalami penganiayaan oleh sejumlah massa yang tidak dikenal.
Hal ini berawal pihaknya memanggil salah seorang kepala desa yang diindikasikan berfoto dan mengisyarakatkan memilih nomor satu diantara paslon yang ditunjukan dengan jari.
Baca: Ternyata Begini Awal Kronologi Keributan dan Pemukulan Anggota Panwascam di Kubu Raya
Foto itu, lanjutnya, terupload dan dilaporkan oleh masyarakat kepada pihak Panwaslu.
Maka dari itulah, kata dia, pihaknya memanggil kades tersebut dihari ini untuk konfirmasi kebenaran pada foto itu.
Mengacu juga pada PKPU yang melarang Kades terlibat dalam Berkampanye dan ikut dalam berpolitik.
Namun, bukannya mendapat konfirmasi, malah massa yang ada tak terima dan memukul satu diantara komisioner Panwascam Sungai Raya, Kubu Raya.
"Massa tidak terima kadesnya dipanggil, disangkanya kades sudah bersalah, padahal kita panggil sesuai dengan peraturan Bawaslu untuk melakukan verifikasi apakah betul, kita sama-sama mengcroscek apakah betul informasi laporan yang dilaporkan masyarakat," ungkapnya.
Namun, kata dia, saat dilakukan verifikasi dan konfirmasi, ada kesalahpahaman dan persepsi oleh pihak yang bersangkutan.
"Cuma persepsinya, orang-orang tersebut tidak terima menggunakan kata dan pemahamannya sendiri, hajar-hajar sajalah gitu. Lalu minta kades dikeluarkan, jangan dipanggil-panggil, jadi kita tidak bisa karena sesuai aturan main," ujarnya.