Hadirkan Pembicara Berpengalaman, Pemkot Singkawang Gelar Talkshow Akupuntur, Ada Tompi Juga Loh!
Urban Acupuncture atau akupuntur perkotaan ialah serangkaian tindakan secara spesifik berupa intervensi kecil di titik lokasi strategis
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Dhita Mutiasari
Oleh karena itu, urban acupuncture atau titik akupuntur dalam perkotaan dapat diidentifikasi sebagai pengembangan sistem dan program injeksi agar dapat membuat kota itu “hidup”.
Injeksi ini dapat berupa perencanaan sistem dan bentuk yang lebih nyata yaitu arsitektur.
Perencanaan sistem lebih kepada penataan yang lebih luas yaitu sistem transportasi, infrastruktur, dan teknologi.
Sedangkan bentuk arsitektur dapat berupa pembangunan beberapa program baik besar maupun kecil di beberapa titik lokasi yang berpotensi, untuk memfasilitasi kebutuhan di lokasi tersebut.
Dua pola ini dapat terjadi secara beringinan maupun secara bertahap namun tidak memiliki tahap urutan yang mutlak.
Dinamakan akupuntur, karena titik yang akan diolah dapat berupa titik yang sudah ada lebih dahulu, ataupun penambahan titik baru, dengan tujuan dapat mempengaruhi titik-titik terdekatnya.
Dalam proses sebuah penyembuhan juga tidak akan terasa secara singkat, dan tidak mungkin dapat terjadi secara statis, oleh karena itu dapat terjadi lebih dari satu kali proses dinamis dalam satu titik.
Namun semuanya ialah dengan tujuan yang sama yaitu demi terwujudnya suatu pola keberlanjutan.
Pola inilah yang diharapkan pada sebuah kota agar dapat terus bertahan “hidup”.
Untuk kota Singkawang, pola yang digunakan akan lebih terarah pada titik-titik yang sudah ada yang dinilai memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan.
Seperti potensi adanya pasar tradisional yang selanjutnya dapat dikembangkan menjadi pasar kuliner dan seni, taman di tengah kota yang dapat diolah menjadi ruang publik yang lebih kreatif dan wadah interaktif sekaligus menjadi pusat informasi untuk turis, serta masih banyak lainnya potensi titik yang telah ada.
Titik-titik ini menyebar dan sifatnya ada yang berupa program besar maupun kecil, sehingga diharapkan pembangunan tidak berpusat di satu titik saja.
Setelah itu perencanaan yang sifatnya lebih kearah sistem masterplan seperti sistem transportasi, infrastruktur, dan teknologi akan diaplikasikan mengikuti kebutuhan titik-titik yang telah berkembang ini.
"Contohnya, dengan pembangunan stadiun yang berpotensi dapat mencakup skala nasional-internasional, diperlukannya sistem transportasi yang lebih efektif untuk menuju area stadium tersebut," tuturnya.
Akan hadir sebagai pembicara Tjhai Chui Mie, SE, Yori Antar, IAI, Hendy Lim, IAI, Budi Surachmat, IAI, dr. Tompi dan Wendy Djuhara, IAI.
Yuk! Like Fanpage Tribun Pontianak Interaktif Berikut Ini: