Citizen Reporter

Kerjasama Untuk Wujudkan Negara Super Power Kebudayaan

BNPB Kalbar melakukan sinkronisasi program kerja bersama dinas terkait se Kalimantan di Dangau Hotel, Senin (26/2/2018) malam.

Penulis: Muzammilul Abrori | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Sekretaris Dirjen Kebudayaan Ibu Dra Sri Hartini berfoto bersama peserta dalam Pembukaan Rakornis Sinkronisasi Program Kerja BPNB Kalbar dengan Dinas Terkait Se-Kalimantan di Dangau Hotel, Senin (26/2/2018) malam. 

Citizen Reporter
Yusri Darmadi
Peneliti budaya Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Kalimantan Barat

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - BNPB Kalbar melakukan sinkronisasi program kerja bersama dinas terkait se Kalimantan di Dangau Hotel, Senin (26/2/2018) malam.

Rapat koordinasi teknis ini dihadiri oleh berbagai dinas terkait, hadir pula Sekretaris Dirjen Kebudayaan Dra. Sri Hartini.

Dalam paparan yang disampaikan dia mengungkapkan ada 10 objek pemajuan kebudayaan, yaitu tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, dan olahraga tradisional.

"Seperti yang diungkapkan Jokowi dalam konferensi forum rektor Indonesia untuk mengembangkan core business dengan seni budaya, maka kebudayaan perlu dimajukan dengan sinergi yang terbangun antara kementerian dan lembaga," tuturnya.

Baca: BNPB Kerahkan Drone Pantau Kerusakan Akibat Longsor di Brebes

Dia menyebut Indonesia bisa jadi negara super power kebudayaan, karena Indonesia memang kayak akan budaya.

Ada 59.416 cagar budaya yang tercatat, sementara yang terkelola hanya 4.518. Indonesia memiliki suku bangsa dan bahasa yang besar, ada 700 etnik dan 670 bahasa yang terdokumentasi.

Begitu pula dengan tumbuhan berguna, 3.810 species kuliner, obat-obatan, dan kosmetik terdokumentasi. Sementara itu 2.276 karya budaya terkelola, begitu pula dengan koleksi museum ada 85. 787 yang terkelola.

"Pelaku budaya kita juga banyak, mulai dari penenun, penari tradisi, pemusik tradisi hingga pembaca lontar," tambahnya.

Dia juga menyebut, diperkirakan 1.400 festival terselenggara setiap tahunnya.

Karena itulah perlu pembinaan agar kekayaan budaya ini dilindungi, dikembangkan dan dimanfaatkan.

"Harus ada kerjasama antar kementerian dan lembaga," ucapnya.

Karena itulah dia memberi rekomendasi untuk menerapkan dara kebudayaan terpadu antar kementerian dan kerjasama satu data kebudayaan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved