Dekan Pertanian Untan Sarankan Ini Untuk Atasi Kebakaran Lahan

Pembakaran adalah ulah manusia hanya dapat di atasi dengan pendekatan ekonomi dan Agronomi.

Penulis: Ferryanto | Editor: Madrosid
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ferryanto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Kabupaten Kubu Raya telah dilanda kebakaran hutan dan lahan beberapa waktu lalu, yang mengakibatkan kabut asap menyelimuti sebagian wilayah Kubu Raya, bahkan Kota Pontianak.

Kebakaran lahan yang terjadi disinyalir akibat ulah manusia yang sengaja membakar lahan.

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, Dr. Ir. Radian, MS mengatakan untuk menyelesaikan masalah kebakaran lahan, terlebih yang melakukan pembakaran adalah ulah manusia hanya dapat di atasi dengan pendekatan ekonomi dan Agronomi.

Baca: Ketua Umum MUI Kalbar Tegaskan Hoaks Itu Haram

"Ini kegiatan ekonomi, ya harus ekonomis, kenapa mereka membakar, karena faktor ekonomi, kalau faktornya ekonomi, murah dengan membakar, soalnya kalau pakai kapur, lumpur laut, pupuk itu mahal,"paparnya.

Dirinya memaparkan bahwa ini bukan persoalan teknis, namun persoalan ekonomi.

"Ini bukan persoalan teknis, tapi persoalan ekonomis, kalau pakai pendekatan teknis ndak selesai - selesai," paparnya.

Radian pun memarkan bahwa yang membuat masyarakat membakar lahan adalah karena lahan telah ditinggalkan beberapa saat, sehingga semak - semak kembali menumbuhi lahan.

"Ini karena lahannya di tinggalkan, coba mereka ndak ditinggalkan terus di olah, ndak bakal di bakar lahan ni, kayak daerah Siantan tempat sayur contohnya, malah dijaga supaya tanaman tidak kena api,"paparnya.

Iapun menuturkan bahwa solusi untuk menangani kebakaran lahan ini sudah ada, hanya tinggal menunggu keputusan dari pemerintah untuk melakukan penerapan.

Dirinya menyarankan agar para petani di lahan gambut, yang melakukan pertanian dengan membakar lahan, di berikan pendampingan dan penyuluhan mengenai jenis tanaman yang cocok di tanam di lahan gambut, tanpa harus membakar lahan.

Baca: Sebar Hoaks Pembunuhan Muadzin, Polisi Tangkap Perempuan Yang Mengaku Dosen UII

"Yang terpenting itu pemilihan Komoditas, tanam - tanaman buah - buahan, tanaman perkebunan, seperti, Jahe, Lidah Buaya, Nanas, Jengkol, Buah Naga,"sarannya.

Selain itu Radian juga menambahkan agar pemerintah bisa membantu pendampingan serta memberikan bantuan modal, serta bantuan dalam bentuk penyiapan pasar bagi hasil tani dari petani ini.

"Penyediaan pasar dari hasil pertanian ini juga penting, karena mereka rakyat kecil, pemerintah jadi perlu membantu menyediakan pasar, kalau sawit ndak perlu dibantu, udah ada pasarnya, tapi kalau rakyat kecil, kan perlu bantuan,"tegasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved