Begini Metode MAN 2 Pontianak Didik Muridnya Agar Mudah Lulus di Universitas Ternama

Membina bakat dan potensi siswa jadi perhatian khusus bagi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pontianak...

Penulis: Ishak | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISHAK
Pelajar MAN 2 Pontianak tengah mengerjakan project roket air di laboratorium IPA, Selasa (27/02/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Membina bakat dan potensi siswa jadi perhatian khusus bagi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pontianak. Terasah lebih baik, membuat peserta didik kian kompetitif.

Dengan demikian, jenjang pendidikan tinggi kian mudah diraih. Termasuk saat harus berkompetisi memperebutkan kursi di perguruan tinggi ternama tanah air.

"Program-program unggulan di sekolah kami mengacu ke intelektual murni. Menyiapkan siswa kami menjadi bidikan perguruan tinggi. Sehingga selepas dari MAN 2 Pontianak, bisa terserap di universitas ternama se Indonesia," ujar Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pontianak, Edi Setiawan, Selasa (27/02/2018).

Baca: Tarian Tiga Etnis Sambut Kedatangan Pangdam Achmad Supriyadi di Nanga Mahap

Program unggulan optimalisasi potensi keilmuan siswa inipun disebar dalam beberapa kegiatan ekstrakurikuler. Satu di antara yang sudah cukup banyak mengukir prestasi, ada Kelompok Ilmiah Remaja (KIR).

Ia menjelaskan, KIR dibagi dalam dalam beberapa sub. Seperti robotika, teknologi tepat guna, pengembangan bidang biologi, kimia, dan juga fisika terapan.

Siswa, bebas memilih sesuai minat masing-masing. Mengembangkan kreativitas sesuai disiplin ilmu yang paling disukainya, dalam bentuk karya-karya empiris dan maupun non empiris.

Program unggulan inipun dibimbing guru-guru berpengalaman. Seperti Dra Munifah M.Si, Suminem SPd, MPd, dan Rusgiharso,SPd, dan Hartati S.Si.

Ada banyak produk yang dihasilkan para siswa dari program unggulan satu ini. Seperti bank sampah dan pengolahan barang-barang limbah menjadi barang bernilai ekonomis, sampai pengelohan limbah jadi pupuk.

Tak kalah menarik, ada pula teknologi tepat guna yang berhasil dikembangkan seperti alat penguat WiFi dengan alat sederhana. "Hanya gunakan wajan, paralon dan bahan limbah saja, siswa ternyata berhasil kembangkan alat penguat WiFi sederhana," lanjutnya.

Penguat WiFi karya siswa-siswi MAN 2 yang tergabung dalam KIR inipun disebutnya telah berhasil diuji. Bahkan, beberapa guru tertarik dan membeli karya-karya inovatif siswa ini.

"Ada banyak sekali hasil karya anak-anak didik kami. Termasuk juga ada alat pendeteksi dini banjir, fermentasi susu dari getah karet, sampau juga ada gips untuk perawatan fraktur tulang yang terbuat dari bahan ampas tebu," imbuhnya.

Pencapaian inipun disebutnya sangat membanggakan. Dengan hasil positif ini pula, hal yang paling diharapkan pihaknya adalah agar para siswa cerdas ini berhasil masuk ke perguruan tinggi dengan prestasi terbaik.

"Tak terkecuali agar bisa masuk ke perguruan tinggi lewat program berprestasi, lewat aktivitas keilmuan semacam ini. Kami mengkoneksikan apa yang diharapkan perguruan tinggi dengan program di sekolah," pungkas pria yang juga aktif di LPTQ Kalbar ini.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved