Mahmud Apresiasi Kesepakatan Bersama Program RSPA

Ia juga menyampaikan sedikit saran kepada Ditlantas Polda Kalbar agar lebih mengawasi kendaraan yang masuk dari luar Kalimantan Barat.

Penulis: Try Juliansyah | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TRY JULIANSYAH
Dirlantas Polda Kalbar, Kombes Pol Nanang Masbudi bercengkrama bersama pelaku usaha otomotif di acara penandatangan kesepakatan bersama optimalisasi kemitraan pelaku usaha dan Ditlantas Polda Kalbar di Golden Tulip, Kamis (22/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribunpontianak , Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Polda Kalbar menggelar Penandatangan Kesepakatan Bersama Optimalisasi Kemitraan Pelaku Usaha Bidang Otomotif dan Ditlantas Polda Kalbar guna mendukung program Road Safety Partnership Action (RSPA).

Kegiatan ini digelar di Golden Tulip dihadiri pula oleh pelaku usaha otomotif yang ada di Kalbar, Kamis (22/2/2018)

Baca: Ditreskrimum Polda Kalbar Kembali Bongkar Judi Beromzet Puluhan Juta Rupiah

Satu diantara pelaku usaha otomotif, Syarif Mahmud Alqadrie dari Honda Daya Motor merasa bangga dengan adanya keinginan Dirlantas Polda Kalbar, Kombes Pol Nanang Masbudi yang telah menggagas acara kesepakatan bersama tersebut. 

"Saya merasa bangga dan memberikan apriasiai kepada Dirlantas Polda Kalbar yang telah menggagas acara ini," ujarnya.

Baca: Jenderal Gatot Nurmantyo Minta Jaga Ulama

Ia juga menyampaikan sedikit saran kepada Ditlantas Polda Kalbar agar lebih mengawasi kendaraan yang masuk dari luar Kalimantan Barat.

"Saya bersama rekan-rekan dealer juga ingin memberikan sedikit saran agar bisa menindak tegas apabila ada kendaraan yang datang dari Jakarta dan menggunakan plat bantuan ataupun plat palsu. Kendaraan di beli di Jakarta tapi digunakan di Kalbar," katanya.

Ini tidak hanya merugikan pihaknya tetapi juga pemerintah daerah setempat dengan adanya kendaraan luar yang masuk ke Kalbar ini.

"Karena kendaraan ini dibeli di Jakarta dan platnya juga biasanya palsu maka pajaknya masuk di Jakarta artinya pemerintah dirugikan termasuk kita juga," katanya.

Hal ini diakuinya pernah menimpa dirinya termasuk pelaku usaha lainnya, dimana untuk nomor plat biasanya sudah tercatat untuk dealer resmi Kalbar.

"Kami yang sudah tercatat di kepolisian memiliki rentang nomor plat dari nomor sekian hingga sekian. Nah biasnya masih ada yang memalsukan nomor tersebut padahal tercatat milik kami," tuturnya.

Karena itulah ia berharap Ditlantas Polda Kalbar harus lebih tegas menindak hal tersebut. 

"Saya minta kerjasama ini terjalin dengan baik, mohon dibina dan dilindungi sebagai main dealer. Karena pendapatan paling besar di kalbar berasal dari pelaku otomotif," tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved