Pesona Alam Raja Ampat
Piaynemo Raja Ampat, Surga Tersembunyi di Timur Indonesia
Pulau-pulau kecil batu gamping di daerah ini, menjadi rekaman peristiwa geologi selama kurun waktu antara 15 juta tahun lalu hingga sekarang.
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, RAJA AMPAT - Hari kedua trip Media Gathering Telkomsel Pamasuka 2018, kami menuju sejumlah destinasi wisata lainnya di Raja Ampat.
Khususnya menuju lokasi utama, yakni Piaynemo dan dilanjutkan ke Sauwandarek, Yenbuba dan Friwen.
Sejak pukul 05.37 WIT, kami telah berkumpul di dermaga resort ini.
Baca: Penasaran Tempat Menginap di Raja Ampat ? Ini Diantara Alternatif Yang Bisa Kamu Pilih
Masuk ke speedboat dan menjemput rekan kami yang menginap di Gurara Dive Resort.
Trip hari itu memang harus lebih pagi, untuk menghindari perubahan cuaca.
Saat pagi, cuaca memang cerah dan air laut cukup tenang.
Baca: Yuk Intip Keindahan Alam Teluk Kabui Raja Ampat, Tonton Videonya
Sekitar dua jam perjalanan menggunakan speedboat, kami mulai disambut gugusan pulau dan hijaunya air laut kawasan perairan Piaynemo.
Kami disambut petugas jaga yang berada di pos depan lokasi wisata Piaynemo Raja Ampat.
Setelah mendapatkan izin masuk, kami sudah terkagum-kagum melihat panorama alam Piaynemo yang semakin hits, sejak Presiden RI Joko Widodo mengunggah foto liburannya di tempat ini beberapa waktu lalu.
Kunjungan tersebut, menurut Jokowi adalah kunjungan keduanya ke Raja Ampat. Keindahan alam Raja Ampat menurut Jokowi selalu membuatnya ingin kembali ke Raja Ampat.
Kesempurnaan panorama alam Piaynemo, memang sangat indah.
Sangat mampu bersanding dengan destinasi wisata alam lainnya di dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/raja-ampat_20180217_163116.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/raja-ampat_20180217_163224.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/raja-ampat_20180217_163300.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/raja-ampat_20180217_163327.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/raja-ampat_20180217_163421.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/raja-ampat_20180217_163511.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/raja-ampat_20180217_163521.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/raja-ampat_20180217_163607.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/raja-ampat_20180217_163626.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/raja-ampat_20180217_163715.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/raja-ampat_20180217_164242.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/raja-ampat_20180217_164301.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/raja-ampat_20180217_164346.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/raja-ampat_20180217_164443.jpg)