Valentine Day
Banyak Yang Bilang Haram, Ulama Terkemuka Arab Saudi Ini Malah Sebut Hari Valentine Tidak Haram
Seorang ulama yang terkemuka di Arab Saudi berkata kalau Hari Valentine bukan merupakan hal yang haram.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, RIYADH - Seorang ulama yang terkemuka di Arab Saudi berkata kalau Hari Valentine bukan merupakan hal yang haram.
Baca: Wanita Kaya Ini Buka Loker Sopir, Gajinya Rp 111 Juta per Bulan, Syaratnya Bikin Melongo
Ahmed Qassim al-Ghamdi, mantan polisi keagamaan di Mekah berpendapat, Hari Valentine tidak melanggar Syariat.
"Sebab, acara itu positif, dan saling memberikan ucapan antar-manusia," kata Ghamdi kepada Al Arabiya, seperti dilansir Middle East Eye Rabu (14/2/2018).
Dia melanjutkan, aksi itu merupakan bentuk kebaikan, dan menyebarkan perdamaian di antara umat manusia lainnya.
Sebelum Ghamdi mengucapkan hal itu, dua tahun lalu, polisi keagamaan sangat tegas dalam memisahkan laki-laki dan perempuan.
Namun, di bawah kendali Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS), kendali polisi keagamaan sedikit direduksi.
Baca: Keperawanan Hilang di Tangan Sang Ayah, Gadis ini Jadi Budak Seks Orangtuanya Selama 4 Tahun
Baca: Tanpa Lakukan Hubungan Seks, Gadis Perawan ini Hamil, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
Baca: Kabar Duka Datang Dari Artis Bunga Citra Lestari, Netizen Dibikin Terkejut!
Hal itu, seperti dilaporkan Middle East Eye, terlihat dari laku kerasnya penjualan mawar merah atau pernak-pernik Valentine lainnya.
"Penjualan itu antara lain di Jeddah, tanpa harus dihentikan oleh polisi keagamaan," ujar Middle East Eye dalam pemberitaannya.
Sebelumnya, Sheikh Abdullah al-Mutlaq, anggota dari Majelis UlamaSaudi, mengatakan perempuan tidak harus mengenakan abaya, atau jubah longgar yang menutupi tubuh.
Mutlaq memaparkan, setiap perempuan Saudi memang harus diwajibkan berpakaian sopan.
Namun, sopan itu tidak selalu dengan abaya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/valentine_20180214_092558.jpg)