Maut di Trans Kalimantan

Kisah Ibu Korban yang Selamat dari Kecelakaan Maut di Desa Pundu Kalteng

Lukman sempat tidak sadarkan diri hingga 2 hari, dan baru kemarin Lukman sempat memberi kabar kepada keluarganya.

Editor: Rizky Zulham
Kolase/TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Korban kecelakaan di Trans Kalimantan Kalteng 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ferryanto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ibunda Lukman Ibrahim (25) yang bernama Ita Rosita salah seorang korban selamat kecelakaan di Kalteng, sempat syok dan histeris saat mengetahui anaknya mengalami kecelakaan dalam perjalanan di Kalimantan Tengah, ia sempat mengira anak laki-laki nya tersebut meninggal dunia.

Bagaimana tidak, sang ibu melihat foto-foto korban meninggal dunia dari dunia maya, dan terdapat korban meninggal yang di tutupi dengan sarung dan selimut milik Lukman Ibrahim anaknya.

"Saya kemarin di informasikan oleh ustazd dari majelis tentang kecelakaan, terus pas saya lihat foto-foto di media sosial itu, ada korban meninggal yang di tutupi dengan selimut sama sarungnya Lukman, jadi pas lihat itu saya sama keluarga, adek - adeknya syok juga, mengira Lukman udah meninggal,"ungkap Ita Rosita.

Baca: Begini Kondisi Tiga Korban Selamat Kecelakaan Maut di Trans Kalimantan

"Terus ada temannya dari sana nelpon, bahwa Alhamdulillah Lukman selamat, sarung sama selimut Lukaman hanya di pinjam untuk menutupi korban,"tuturnya dengan raut wajah yang masih lemah karena khawatir terhadap anaknya.

Menurut informasi terakhir, Lukman sempat tidak sadarkan diri hingga 2 hari, dan baru kemarin Lukman sempat memberi kabar kepada keluarganya.

Ibunda Lukman mengatakan bahwa Lukman mengalami patah tulang tangan sebelah kiri dan luka dibagian pelipis bagian kirinya.

"Dia baru sadar kemarin dan menelpon kesini, keadaannya masih lemah katanya, terus katanya mau operasi, karena tangannya kirinya patah tulangnya di bagian atas pergelangannya, lalu ada luka juga di bagian pelipis kirinya, tapi dia ndak ada cerita lain lagi," ungkapnya.

Ayah Lukman yang bernama Muhammad As Roki saat ini telah berangkat menuju rumah sakit dimana Lukman dirawat.

Sang ayah menggunakan pesawat dan berangkat pukul 11.00 WIB, Senin (05/02/2018), dari Pontianak menuju Kalimantan Tengah Rumah Sakit dimana Lukman dirawat.

Menurut informasi yang didapat keluarga dari Mu'As teman Lukman di Majelis yang saat ini berada di Kalteng,saat ini segala pengobatan dan perwatan Lukman di Rumah Sakit telah di tanggung oleh pihak Jasa Raharja.

Lukman Ibrahim yang tinggal di Jalan Selat Sumba, lebih dikenal dengan Paret Pekong, di Gang Lestari, Kelurahan Siantan Tengah, Kecamatan Pontianak Utara tinggal bersama keluarganya.

Pria 25 tahun yang masih belum menikah dan berprofesi sebagai Pedagang Pentol ini dikenal sebagai pribadi yang baik, ramah, dan taat ibadah, oleh keluarga, teman dan tetangganya.

Ibundanya mengatakan bahwa Lukman telah ijin untuk melakukan syiar agama ikut didalam majelis yang di ikutinya.

Namun ibundanya tak menyangka bahwa akan terjadi kecelakaan tersebut.

Ita Rosita pun sangat bersyukur bahwa anaknya masih diberi keselamatan dalam kecelakaan ini.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved