Maut di Trans Kalimantan

Mertua Hamzah Rasakan Firasat Berbeda Saat Menantunya Pamit Keluar Berdakwah

Ia merasakan firasat berbeda pada anak menantunya selama 'keluar' istilah paling akrab bagi jamaah tabligh melaksanakan dakwah dan syiar islam.

Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Dhita Mutiasari
Istimewa via Tribun kalteng
Akibat kecelakaan maut tersebut sebelas orang tewas dan tiga luka berat sedangkan kendaraan terbakar dan remuk. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hamdan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Ibu Mertua Hamzah, Nurhayati (43) mengaku telah ikhlas atas kepergian dari anak menantunya saat hendak berdakwa ke kalteng.

Dirinya merasakan firasat berbeda pada anak menantunya selama 'keluar' istilah paling akrab bagi jamaah tabligh untuk melaksanakan dakwah dan syiar islam.

Baca: 11 Peziarah Pontianak Tewas, Netizen: Semoga Berkumpul Bersama Para Syuhada

"Agak aneh emang saat keluar tahun ini. Saat berpamitan untuk pergi tuh seperti merasa kalau dia pergi tidak akan kembali. biasanya almarhum tuh jarang nelpon keluarga, tapi sekarang neh lebih sering nelpon," ujarnya, Sabtu (3/2/2018)

Kata nurhayati, Hamzah memang setiap tahun menargetkan untuk keluar selama empat bulan berturut. Tahun ini, sejak desember lalu telah keluar.

Baca: Keluarga Korban Laka Maut di Kalteng Terpukul, Korban Pergi Tanpa Kata Pulang Tinggal Nama

"Kalau tidak salah hari ini genap empat puluh hari die keluar," ujarnya.

Dirinya juga mengatakan almarhum juga pernah menyampaikan cita-citanya untuk keluar ke pakistan. Bahkan informasinya paspornya juga sudah di urus dan sudah jadi.

"Pihak keluarga juga telah ikhlas kalau almarhum dikebumikan disana (kalteng red). Sebab ketika akan keluar pesan yang selalu disampaikan kalau mati saat berdakwa ingin dimakamkan di tempat meninggal," ujarnya. (dan)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved