Maut di Trans Kalimantan

Firasat Hingga Dilema Keluarga Korban Kecelakaan Maut Kalteng

Widya anak bungsu Jono mengatakan bahwa keluarga memang memiliki firasat mengenai kepergian almarhum Jono

Editor: Dhita Mutiasari
Instagram
Warga saat berada di lokasi kecelakaan 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ferryanto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID.PONTIANAK- Wajah Istri Agusni, Jumaina salah seorang korban kecelakaan di Sampit lesu, matanya sembab, air matanya pun tetap menetes sembari menceritakan keseharian Agus, Sabtu (03/02/2018) malam.

Agusni meninggalkan seorang istri dengan 2 orang anaknya yang masih kecil, Siti Aisyah (12) dan Ubaidilah (9), saat ini Jumaina hanya tinggal bertiga bersama kedua anaknya yang masih kecil.

Baca: Pastikan Korban Meninggal Laka di Kalteng 11 Orang, Polda Kalbar Lakukan Hal Ini

Agus yang berprofesi sebagai pedagang mainan keliling ini dikenal baik, ramah, dan orang yang taat beribadah di mata Istri, keluarga dan tetangganya.

Baca: Keluarga Korban Laka Maut di Kalteng Terpukul, Korban Pergi Tanpa Kata Pulang Tinggal Nama

Ia meninggalkan rumahnya dalam rangka mengikuti kegiatan Syiar Agama didalam Majelis yang diikutinya.

Bahkan beberapa bulan lalu Agus pernah sampai ke India dalam kegiatan Syiar nya di Majelis.

"Bapak ini memang sering ijin untuk ikut syiar, bahkan kemarin bapak sampai ke India dalam rangka ikut kegiatan Syiar dari majelisnya," ungkap Jumaina.

Tetangga korban sempat pernah mendengar Agus mengatakan bahwa bila ia ingin meninggal saat berada di jalan Allah pada saat melaksanakan syiar agama.

Ia menyesalkan bahwa jenazah suaminya tidak bisa di kebumikan di Pontianak, dirinya di hubungi oleh teman - teman.

Kesedihan pun merundungi keluarga Jono Bin Matsyah (61), Maimunah istri korban terlihat tampak syok mendengar kabar kepergian suaminya, wajahnya tampak lelah, mata nya sembab karena air mata yang menetes di pipinya.

Widya anak bungsu Jono mengatakan bahwa keluarga memang memiliki firasat mengenai kepergian almarhum Jono.

"Bapak ini memang sering ijin untuk melakukan syiar, bapak itu kemarin ijin 40 hari untuk syiar, padahal besok itu bapak udah bilang mau pulang, besok itu 40 hari pas dari bapak minta ijin buat syiar, tapi takdir berkata lain,"ungkapnya dengan penuh kesedihan.

Ia pun menambahkan bahwa beberapa hari lalu cucu almarhum mengatakan kakek pulang.

"Beberapa hari lalu itu, keponakan saya, cucu almarhum yang masih kecil, bilang kakek pulang, udah suka lah kami, ternyata ndak ada," ungkapnya.

Joni meninggalkan 8 orang anak dan satu orang istri. Almarhun Joni dikenal baik oleh keluarga, rajin ibadah dengan pribadi yang tenang.

Pihak keluarga mengatakan bahwa pihak mereka masih menunggu Jenazah yang akan di berangkatkan dengan mobil dari Sampit ke Pontianak yang akan di perkirakan besok akan tiba di Pontianak.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved