Armala Sebut Indonesia Perlu 1,3 Juta Pelaku Usaha Baru

Dua hari lalu saya hitung manual, yang menjadi referensi PBB bahwa negara maju jika jumlah enterpreneur naik 2 persen

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / MASKARTINI
Pelaku UMKM berkonsultasi dengan Master G-Coach yang mengisi Pontianak Balak di Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Jalan Ahmad Yani 1, Rabu (31/1/2018).   

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Master G-Coach Armala yang merupakan Founder dan President Human Plus Institute menyebut saat ini Indonesia membutuhkan sekitar 1,3 juta pelaku usaha baru pada 2018.  

Hal ini disampaikan Armala saat menjadi pemateri Pontianak Balak 2018 bersama Master G-Coach Fahmi, Master G-Coach Rendy Saputra, Master G-Coach Andi Sangkuru, Master G-Coach Kang Mohan, dan Master G-Coach Abi Darwis di Kota Pontianak.

“Dua hari lalu saya hitung manual, yang menjadi referensi PBB bahwa negara maju jika jumlah enterpreneur naik 2 persen. Saya hitung jika 2 persen dari  penduduk Indonesia dan dengan junlah pelaku usaha yang ada saat ini kita masih memerlukan angka 1,3 juta,” ujar Armala di Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Jalan Ahmad Yani 1, Rabu (31/1/2018).   

 (Baca: Rela Antre Panjang, Beginilah Antusiasme Masyarakat Saksikan Gerhana Bulan )

Armala menilai untuk mendukung majunya negara melalui pemenuhan 2 persen pelaku usaha, anak muda dan semua kalangan yang belum memiliki usaha harus menyiapkan diri. Bagi yang sudah memiliki usaha namun masih industri kecil kata Armala harus lebih berupaya lantaran pelaku usaha mikro belum terhitung pengusaha oleh pemerintah.

 “Perhatikan kekayaan SDA yang luar biasa, Indonesia surganya sumber kekayaan alam karena praktis semuanya ada di Indonesia, ada 260 juta penduduk sehingga memiliki pangsa pasar yang besar,” ujar Armala yang memiliki pengalaman internasional di bidang pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan produktivitas, penjualan dan profitabilitas perusahaan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved