Stephanus Paiman Meminta Kepolisian Transparan dan Tegas Tangani Kasus Illegal Logging

Ia berharap instansi tersebut dapat dengan tegas dan transparan menindaklanjuti setiap temuan illegal logging yang ada.

Stephanus Paiman Meminta Kepolisian Transparan dan Tegas Tangani Kasus Illegal Logging
TRIBUNFILE/ISTIMEWA
Saat pembongkaran kayu ilegal yang akan diamankan di Perairan Matan oleh Polsek Simpang Hilir. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Adanya tangkapan kayu tanpa dokumen hasil pembalakan liar atau illegal logging mendapatkan perhatian serius dari masyarakat peduli akan hutan.

Ketua Forum Relawan Kemanusiaan (FRK) Stephanus Paiman menerangkan dengan adanya tangkapan terhadap hasil illegal logging di Kayong Utara yang ditangani oleh Polsek Simpang Hilir membuktikan jika aktivitas illegal logging masih terus berlanjut dan harus ada tindakan tegas pada pelakunnya.

Baca: Polres Singkawang Komitmen Berantas Narkotika

"Kapolda baru Irjen Didi yang juga putera daerah asal Sambas saat dilantik menjadi Kapolda Kalbar yang baru, sudah berkomitmen untuk menerapkan Zero Ilegal di Kalbar, tentunya ini bukan hanya sekedar basa-basi untuk semua jajarannya," ucap Stephanus Paiman, saat dihubungi, Senin (28/1/2018).

Lebih lanjut ia menerangkan jika masih ditemukan maraknya illegal logging dibeberapa tempat seperti yang diberitakan oleh beberapa media maka ia mempertanyakan program Zero Ilegal dari Kapolda Kalbar.

"Tentu kita mempertanyakan Zero Ilegal yang dikumandangkan oleh Pak Didi ini, artinya jajaran dibawahnya belum secara maksimal melaksanakan intruksi tersebut," tambahnya.

Baca: Dua Petinju Daud Boxing Club Bersiap Duel Perbaikan Peringkat

Ia berharap instansi tersebut dapat dengan tegas dan transparan menindaklanjuti setiap temuan illegal logging yang ada.

"Kita sangat berharap bahwa instansi terkait dapat tegas menindaklanjuti temuan illegal logging di Kayong Utara ini. Cari big boss nya, jangan hanya sampai pada para pekerjanya saja. Contoh illegal logging yang di Kecamatan Sandai dan Ulu Sungai tempohari, sampai saat ini big boss nya belum terungkap bahkan oknum-oknum yang ikut melegalkan hal tersebut juga senyap," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved