Mari Cegah Difteri Dengan Imunisasi

Difteri adalah infeksi saluran pernapasan, sifatnya menular dan disebabkan oleh bakteri Corynebacterium. . .

Penulis: Muzammilul Abrori | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Pengamat kesehatan, Kelana Kusuma Dharma yang merupakan seorang dosen di Politeknik Kesehatan Pontianak. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Claudia Liberani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pada tahun 2017 di Kalbar tercatat suspect difteri 22 kasus, dengan kabupaten/kota terbanyak Kubu Raya dan Pontianak, kemudian Mempawah dan Singkawang masing-masing dua suspect, Sekadau, Sambas, Sintang, dan Ketapang masing-masing satu suspect.

Lantas seperti apa sebenarnya penularan difteri, berikut analisis dari pengamat kesehatan, Kelana Kusuma Dharma yang merupakan seorang dosen di Politeknik Kesehatan Pontianak.

Difteri adalah infeksi saluran pernapasan, sifatnya menular dan disebabkan oleh bakteri Corynebacterium yang penularannya melalui udara, batuk, atau bersin dan cara yang paling efektif untuk mencegahnya adalah dengan imunisasi.

Baca: Belum Ada Temuan Kasus Difteri, Dewan Harap Masyarakat Pro Aktif

Bakteri ini menyerang saluran pernapasan bagian atas atau bawah kalau bagian atas kadang-kadang menyebabkan selaput saluran pernapasan jadi ke abu-abuan sedangkan kalau ke bawah lagi misalnya laring atau trakea bisa menyebabkan ngorok atau sumbat namun kadang ingus banyak keluar kemudian hidung berwarna merah.

Pasien bisa meninggal jika otot jantung mengalami infeksi, inilah yang menyebabkan kematian.

Pengobatan itu dilakukan jika difteri telah menyerang, karena penyakit ini menular dan berbahaya maka sebaiknya dicegah.

Pencegahannya hanya melalui imunisasi dan itu termasuk dalam program wajib imunisasi yaitu imunisasi DPT (Difteri, Tetanus, Pertusis) diberikan sebelum anak usia setahun secara bertahap hingga tiga kali.

Penyebab bakteri ini muncul, bakteri ini sifatnya dapat hidup di tempat khusus yaitu di saluran pernapasan. Semua orang bisa berpotensi terkena difteri jika tertular oleh bakteri ini. Satu-satunya cara agar tidak tertular adalah dengan melakukan imunisasi pada anak tapi tidak menutup kemungkinan difteri dapat terjadi pada orang dewasa juga. Karena itu sangat penting untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Pada anak-anak jika terkena difteri akan bengkak pada bagian lehernya. Anak-anak yang tidak imunisasi rentan terkena difteri, karena itulah harus diberi vaksin. Imunisasi difteri tujuannya untuk mencegah penyakit itu sedangkan untuk orang dewasa upayakan ketika keluar rumah kondisi tubuh sedang bagus, ketika batuk atau bersin upayakan untuk menggunakan masker, mencuci tangan serta menjaga kebersihan lingkungan.

Namun yang paling penting adalah melakukan pencegahan, karena ini penyakit menular, jika tidak dilakukan imunisasi maka yang terancam bahaya tidak hanya anak tapi berpotensi menular, karena itu orang tua harus memberikan vaksin pada anaknya. Dulu kita hampir mampu menuntaskan penyakit difteri tapi sekarang muncul lagi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved