Bocah Difabel Yang Butuh Kursi Roda Dikenal Bersemangat Sekolah, Kisahnya Bikin Pilu
Safari merupakan bungsu dari dua bersaudara. Kini hanya ibunyalah yang menjadi tulang punggu keluarga
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Sekretaris Desa Serindang, Fery Efendy mengisahkan kepada Wakapolres Sambas, Kompol Jovan R Sumual, kendati masih duduk di kelas 2 dengan usia yang sudah mencapai 12 tahun, Safari merupakan sosok bocah yang sangat memiliki semangat bersekolah.
"Safari ini anaknya memang sangat bersemangat sekolah. Dia tinggal bersama abang dan ibunya. Ayahnya sudah meninggal sekitar setahun lebih lalu. Semasa hidup, ayahnya anggota Linmas di desa kami," ungkapnya, Selasa (16/1/2018).
Menurut Fery, Safari merupakan bungsu dari dua bersaudara. Kini hanya ibunyalah yang menjadi tulang punggu keluarga.
(Baca: Kawal Dana Desa Rp 71 Miliar, Ini Yang Dilakukan Pemkab Sekadau )
"Ibunya bekerja tani di sawah. Jadi setiap harinya, abangnya lah yang mengantarkan ke sekolah. Terus menunggu sampai pulang sekolah, baru kembali membawa Safari pulang ke rumah. Kadang di depan rumah saya ini abangnya menunggu jam pulang sekolah. Abangnya berusia sekitar 15 tahun, tapi sudah putus sekolah, mungkin karena keterbatasan, jadi benar-benar hanya membantu adik dan keluarganya saja sehari-hari," jelasnya.
Fery menerangkan, menurut sepengetahuannya. Kondisi kaki Safari yang tak dapat berjalan, telah diderita sejak masih kecil.
"Kakinya itu memang lumpuh, tapi bukan tidak bisa bergerak sama sekali, bisa hanya saja tidak mampu menopangnya berjalan. Hanya bisa digerak-gerakan sedikit saja. Saat awal diketahui, sudah pernah di bawa ke rumah sakit, pernah juga di bawa ke dukun kampung, ada sedikit perubahan tapi ndak 100 persen sembuh," terangnya.
Ditambahkannya, selain kaki yang lumpuh, kondisi fisik yang dialami Safari juga pada bagian tangan kiri yang kaku, sehingga sulit menggenggam.
"Saya lihat, pergaulannya dengan teman-teman sebayanya biasa saja. Tidak terlihat minder atau apa, buktinya dia sudah dua tahun sekolah di SDN depan rumah saya ini. Kadang saya lihat teman-temannya ada yang ngasih roti," sambungnya.
(Baca: Seorang Ibu Rela Patah Kaki Demi Selamatkan Anak dari Kebakaran, Begini Kisahnya )
Usai berbincang, Sekdes bersama Wakapolres kemudian menuju sekolah. Kepala SDN 10 Serindang, Yatimi dan dewan guru menyambut kedatangan rombongan di ruang kantor sekolah.
Kompol Jovan kemudian menyampaikan niat dan tujuannya ke sekolah tersebut.
Yatimi memahami dan mengaku senang atas respon dan perhatian yang diberikan Wakapolres.
Sebelumnya diberitakan, akun Instagram @sambas.id, yang mengunggah foto dan kisah seorang anak penyandang disabilitas bernama Safari, yang membutuhkan kursi roda untuk berangkat ke sekolah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/safari_20180116_164942.jpg)