Polisi Tangkap Dua Pengedar Uang Palsu, Inilah Orangnya

Bermula ketika seorang penjaga Cafe Anugerah, mengetahui dan mengadukan kejadian tersebut kepada pelapor

Polisi Tangkap Dua Pengedar Uang Palsu, Inilah Orangnya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / TITO RAMADHANI
Kapolsek Pemangkat, Kompol Agus Riyanto menunjukkan Rossi dan Nurizky, dua pemuda pencetak uang palsu berikut barang bukti, setelah diamankan di Mapolsek Pemangkat, Rabu (10/1/2018). 

Atas kejadian ini, Rossi dan Nurizky berikut barang bukti diamankan ke Polsek Pemangkat, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

(Baca: Kepala Baguna PDIP Kalbar Buka Pasar Rakyat dan Parade Budaya di Rumah Radakng )

Tersangka Rossi merupakan warga Jalan Pembangunan, Desa Penjajap, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas. Sedangkan Nurizky warga Jalan Tugu Tanjung Batu, Desa Pemangkat Kota, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas.

Kedua pemuda pengangguran ini dijerat dengan persangkaan pasal, yakni Pasal 36 ayat (1), ayat (2) dan ayat(3) Undang-undang RI Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang Juncto Pasal 244 KUHP dan Pasal 245 KUHP Juncto Pasal 56 KUHP.

"Dua terlapor ini kami amankan berdasarkan laporan polisi nomor LP/ 10/ I/ Polda Kalbar/ Res Sambas/ Sek Pmk tertanggal 10 Januari 2018, tentang tindak pidana pemalsuan dan mengedarkan uang rupiah palsu," tegas Kapolsek.

Barang bukti yang turut diamankan yakni, dari tersangka Nurizky satu unit laptop merek Asus, satu unit printer merek Canon Pixma, satu rim kertas HVS merek Sidu, satu gunting, satu lembar kertas HVS memuat hasil cetakan uang palsu, yang gagal karena terdapat gambar satu sisi bagian uang Rp 50 ribu sebanyak tiga lembar setengah. Kemudian empat lembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu, satu penggaris, satu unit sepeda motor Yamaha Mio Z warna Merah KB 1115 XX beserta kunci kontak.

(Baca: Baznas Singkawang Klaim Meningkat Rp 100 Juta Lebih )

Kemudian barang bukti yang disita dari Rossi, yakni lima lembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu.

"Tindakan yang sudah kami ambil, menerima laporan dan kemudian mendatangi TKP, memeriksa saksi serta mengamankan tersangka berikut barang bukti. Selanjutnya kami akan melakukan penyidikan sampai ke JPU, meminta keterangan dari saksi ahli dari Bank Indonesia," sambungnya.

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved