Pilkada Serentak
Satu Pasangan Calon Kepala Daerah Dikawal Delapan Polisi
Kapolres Sanggau, AKBP Rachmat Kurniawan memimpin apel gelar pasukan operasi Mantap Praja tahun 2018...
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kapolres Sanggau, AKBP Rachmat Kurniawan memimpin apel gelar pasukan operasi Mantap Praja tahun 2018, Polri yang promotor, Polres Sanggau bersinar, siap mengamankan Pilkada serentak tahun 2018 di komplek taman Sabang Merah Sanggau, Jumat (5/1/2018).
Apel gelar pasukan dihadiri Bupati Sanggau, Paolus Hadi, Wakil Ketua DPRD Sanggau, Usman, Dandim 1204/Sanggau, Letkol Inf Herry Purwanto, Kepala PN Sanggau, pejabat utama Polres Sanggau, Ketua KPU Sanggau, Sekundus beserta komisioner KPU, Komisioner Panwaslu Sanggau. Selain itu, dihadiri perwakilan dari Parpol di kabupaten Sanggau, Ormas, Tokoh masyarakat, tokoh agama dan tamu undangan lainya.
Kapolres Sanggau, AKBP Rachmat Kurniawan menjelaskan, untuk pengaman terhadap calon kepala daerah menjadi prioritas kepolisian. Pengawalan diberikan kepada para calon sejak mendaftar ke KPU.
“Satu calon kita siapkan masing-masing empat orang. Satu pasang berarti delapan orang,” katanya.
Dikatakanya, aspek kemanan menjadi yang paling utama dalam pemilihan kepala daerah. Tidak heran, jika nanti akan ada penambahan personel, baik dari TNI maupun Polda. Hanya saja jumlahnya belum bisa dipastikan.
“Mengingat jumlah TPS yang belum tetap, karena masih dalam penghitungan dari KPU. Kalau sudah tetap kita akan rencanakan penambahan-penambahannya. Yang kita kerahkan untuk Polrinya 500 orang, sedangkan untuk TNI kita akan koordinasikan dulu,” ujarnya.
Ia mengungkapkan beberapa kecamatan yang dianggap rawan seperti Jangkang, Meliau, Toba dan beberapa wilayah-wilayah yang sulit dijangkau dan jauh untuk distribusi logistik Pemilu.
“Untuk moda-moda transportasi sudah kita musyawarahkan ke KPU. Disebut rawan karena jangkauan yang jauh dan informasi dari intelijen,”tuturnya.
Akan teapi secara umum, lanjutnya, setiap kecamatan tetap ada TPS-TPS yang dinilai rawan. Untuk itu, aparat sudah menetapkan pola pengamanan yang dibagi tiga, diantaranya, aman, rawan, dan sangat rawan.
“Untuk pola aman, dua TPS dijaga dua polisi, pola rawan, satu TPS dua polri. Kalau sangat rawan kita pertebal dengan TNI. Pengamanan ini sampai proses pasca pelantikan,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Sanggau, Poulus Hadi menegaskan, Pilkada Sanggau harus aman, dengan digelarnya apel Mantap Praja 2018, diharapkan semakin meyakinkan masyarakat, bahwa pemerintah dan aparat keamanan serius untuk menjadikan Pilkada 2018 damai.
“Ini mudah-mudahan menjadi titik awal bagaimana kita meyakinkan masyarakat, bahwa kita serius untuk damai, ” jelasnya.
Soal kesiapan pemerintah, lanjut Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Sanggau itu, terutama perekaman E-KTP, ia mengatakan Disdukcapil sudah berupaya maksimal. Ia berharap pada hari H pemungutan suara nanti, jumlah warga yang sudah merekam sudah sesuai yang diharapkan.
“Sudah setahun ini sudah kita sampaikan kepada seluruh masyarakat Sanggau untuk segera memfinalkan KTP-nya masing-masing. Tapi dari kita sendiri jemput bola. Dari Disdukcapil datang ke wilayah-wilayah yang memang masih cukup banyak yang KTP nya yang belum, sehingga kita dorong kesana,” tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/apel-gelar-pasukan-operasi-mantap-praja-tahun-2018_20180105_190703.jpg)