Pendidikan Tinggi vs Pelatihan, Mana Lebih Penting?

Tapi dalam perjalanan karir, kita dihadapkan dengan pelatihan untuk meningkatkan skill yang kita...

Penulis: Ayu Nadila | Editor: Nasaruddin
Net
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Listya Sekar Siwi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Untuk menjadi seorang karyawan kadang ada kualifikasi yang harus kita penuhi, misalnya lulusan perguruan dengan jurusan keilmuan tertentu.

Tapi dalam perjalanan karir, kita dihadapkan dengan pelatihan untuk meningkatkan skill yang kita miliki.

Sekarang apakah yang kita dapat diperguruan tinggi tak lagi dibutuhkan karena sudah ada pelatihan yang diberikan oleh perusahaan?

Pakar Karier, Chairul Fuad punya jawabannya buat kamu.

Pertanyaan:
Selamat pagi dan salam optimis pak.
Saya seorag karyawan dengan latar pendidikan sarjana.

Selama menjalani karir saya sering dikirim untuk pelatihan, sementara saya sebenarnya lebih ingin melanjutkan pendidikan saya di jenjang yang lebih tinggi.

Menurut pimpinan saya pelatihan sangat penting untuk meningkatkan jenjang karir.

Akhirnya saya berkesimpulan bahwa pelatihan lebih penting di bandingkan pendidikan yang lebih tinggi.

Saya mohon advis dan penjelasan bapak tenang ini. Terimakasih pak. Samuel, Singkawang

Jawaban:
Selamat pagi dan Salam optimis.
Sdr. Samuel yang berbahagia.
Latar Belakang pendidikan formal sudah barang tentu tetap saja diperlukan.

Untuk peningkatan skill diperlukan training/pelatihan terutama yang berhubungan dengan teknis pekerjaan yang diemban sehari-hari.

Pelatihan ini sebaiknya materinya tidak semata-mata hanya meningkatkan bidang kognitif (pengetahuan) dan psikomotor (keterampilan gerak/melakukan) saja tetapi bidang affektif (perasaan) tidak kalah pentingnya.

Ini juga disebut dengan istilah soft skill.

Pada kenyataannya di beberapa pelayanan justru bidang afektif ini cukup lemah, seperti etika, rasa empati, penghargaan, kepekaan terhadap perubahan, dan sebagainya.

Ketika afektifnya baik, biasanya attitude (sikap) nya juga akan baik.

Tentang alasan perlunya pelatihan seerti dijelaskan di atas adalah untuk meningkatkan skill (menyangkut kognitif, afektif dan psikomotor).

Apalagi bila dihubungkan dengan pelayanan yang bermutu seperti tertuang dalam unsur-unsur Total Quaity Management (Manajemen Mutu Terpadu), yakni fokus pada pelanggan, obsesi kualitas yang tinggi, pengambilan keputusan dan pemecahan masalah dengan pendekatan ilmiah, komitmen jangka panjang, kerja sama tim, memperbaiki proses secara berkesinambungan, pendidikan dan pelatihan, kebebasan yang terkendali, kesatuan tujuan, dan keterlibatan serta pemberdayaan karyawan.

Sedangkan prinsip Total Quality Management adalah: kepuasan pelanggan, respek terhadap setiap orang, manajemen berdasarkan fakta, dan perbaikan karyawan secara berkesinambungan.

Dari hal di atas semakin jelas bahwa di samping pendidikan formal maka pelatihan menjadi penting dalam rangka perbaikan/peningkatan kualitas karyawan secara berkesinambungan dalam pelayanan demi kepuasan pelanggan.

Dengan demikian maka jenjang karir juga dapat ditentukan dari keterampilan apa yang dimiliki karyawan (dari hasil pelatihan) dan keterampilan mereka dalam mengimplementasikan hasil dari pelatihan tersebut.

Demikian jawaban saya, semoga bermanfaat, salam optimis !

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved