Bendera Sarawak Malaysia Berkibar di Perbatasan, Ternyata Ini Sumber Warga Mendapatkannya

Selain itu jelasnya barang tersebut didapat dari lelong, yang rencana mau di buat sarung bantal oleh nenek monika.

Bendera Sarawak Malaysia Berkibar di Perbatasan, Ternyata Ini Sumber Warga Mendapatkannya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Seorang warga Dusun Kara'am, Monika Kulam (60) saat menyerahkan bendara Sarawak Malaysia ke Kapolres Kapuas Hulu dan Dandim 1206 Putussibau, di Dusun Kara'am, Desa Banua Martinus, Kecamatan Embaloh Hulu (Indonesia-Malaysia), Sabtu (30/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Terkait berkibarnya bendera Sarawak Malaysia di Dusun Kara'am  Desa Banua Martinus, Kecamatan Embaloh Hulu (Indonesia-Malaysia),  Kapolres Kapuas Hulu AKBP Imam Riyadi berharap, kejadian tersebut tidak terulang lagi, apalagi itu simbol negara tetangga.

"Pastinya sudah terselesaikan dengan baik," ucapnya.

Baca: Heboh! Bendera Sarawak Malaysia Berkibar di Perbatasan, Ternyata Yang Terjadi? Ini Penjelasan Dandim

Imam menuturkan, bendera tersebut berukuran panjang sekitar 2 meter dan lebar 1 meter, dengan kombinasi warna kuning, hitam, merah dan kuning serta terdapat lambang matahari warna kuning di tengah-tengahnya.

"Bendera tersebut dari seorang nenek yang bernama Monika Kulam (60) di pasang kemaren sore hari Jumat (29/12/2017), untuk perayaan tahun baru 2018, karena kain itu bagus dan tidak tahu kalau itu merupakan bendera salah satu negara," ujarnya.

Baca: Warga Rebutan Ingin Adopsi Bayi Dalam Kardus di Landak, Polisi Terus Lakukan Hal lni

Selain itu jelasnya barang tersebut didapat dari lelong, yang rencana mau di buat sarung bantal oleh nenek monika.

"Pastinya bendera itu sudah kami amankan," ungkapnya. 

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved