Natal 2017

Natal 2017 - Romo Alex Pesan Ini ke Umat Kristiani

Pastor Paroki Katedral Romo Alex Pr mengajak seluruh umat Kristiani merayakan Natal 2017 dengan penuh sukacita.

Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Umat Kristiani berdoa khusyuk saat Misa Raya Natal II di Gereja Katedral Paroki Santo Yosef Pontianak, Senin (25/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pastor Paroki Katedral Romo Alex Pr mengajak seluruh umat Kristiani merayakan Natal 2017 dengan penuh sukacita.

"Entah sebagai anak-anak, remaja, dewasa, anak muda, orangtua, pejabat, penguasa, kaya, miskin, suku apapun dan latar belakang apapun. Rayakan Natal dengan suka cita tanpa ada perbedaan," ungkapnya saat khotbah Misa Raya Natal II di Gereja Katedral Paroki Santo Yosef Pontianak, Senin (25/12/2017).

Romo Alex Pr berharap momentum Natal semakin menumbuhkembangkan sukacita, pengharapan dan secara khusus penghayatan iman.

"Semoga Natal dapat mempengaruhi hidup dalam usaha dan perjuangan kita melakukan penziarahan di dunia ini," jelasnya.

Baca: Cornelis Beserta Keluarga Misa Natal di Gereja Katedral St Yosef, Ini Foto-fotonya

Empat minggu masa adven atau masa menunggu kedatangan Tuhan Yesus merupakan masa persiapan. Umat Kristiani disiapkan untuk meresapi nilai-nilai peristiwa kelahiran Yesus Kristus sebagai juru selamat manusia ke dunia.

Yesus lahir di tengah rakyat Israel. Sebelumnya, Yesus dikandung oleh ibunya yang merupakan seorang perawan suci bernama Bunda Maria. Bunda Maria mengandung Yesus tanpa perkawinan. Pewartaannya disampaikan oleh Malaikat Gabriel.

Tuhan turun ke dunia dalam sosok Yesus untuk merasakan rasa duka manusia atau berbela rasa. Puncaknya, Yesus rela menanggung penderitaan dengan mati sebagai manusia dalam tiang salib.

"Berbela rasa atau solidaritas ini adalah nilai Kristiani yang diajarkan Yesus kepada umatnya. Bukan memisahkan diri. Namun, bersosialisasi mewartakan kesucian dan keagungan Allah," terangnya.

Peristiwa kelahiran Yesus juga harus dimaknai sebagai suatu kenyataan yang relevan dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia.

Yesus lahir di tengah bangsa dengan masyarakat yang majemuk. Bangsa yang memiliki perbedaan dalam situasi politik, ekonomi, budaya, kepercayaan dan sosial budaya.

Romo tidak menampik banyak orang beranggapan bahwa perayaan Natal adalah rutinitas setiap tahun. Tak sedikit orang beranggapan perayaan Natal adalah formalitas saja. Namun, Romo Alex menegaskan perayaan Natal lebih dari itu.

"Natal bagi orang beriman adalah perayaan iman. Umat kristiani diingatkan terus saat Natal ini. Walau sadar, manusia bisa jatuh ke dalam kesalahan dan dosa. Namun, kita yakin bisa kembali ke jalan kemuliaan," pesannya.

Romo mengakui umat kristiani merupakan umat minoritas di Nusantara. Kendati demikian, Umat Kristiani diimbau untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam kehidupan bangsa dan negara di segala lini kehidupan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved