Terduga Teroris di Supadio

Polres Sambas Lakukan Binkamtibmas Antisipasi Paham Radikalisme

"Untuk hal-hal lain mengenai penangkapan atau pun yang diamankan oleh Densus 88,

Tayang:
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TITO RAMADHANI
Wakapolres Sambas, Kompol Jovan R Sumual didampingi Kapolsek Sejangkung, Ipda Wismo Harjanto saat konferensi pers di Mapolres Sambas, Selasa (28/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Wakapolres Sambas, Kompol Jovan R Sumual membenarkan, dari data yang diperoleh pihaknya, terduga teroris NH memang kelahiran dari Desa Sekuduk.

"Menurut data yang kami dapatkan, termasuk dari paspor dan KTP, bahwa yang bersangkutan itu memang lahirnya di Desa Sekuduk, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas," ungkapnya didampingi Kapolsek Sejangkung, Ipda Wismo Harjanto saat konferensi pers di Mapolres Sambas, Selasa (28/11/2017).

(Baca: Tangis Asna Pecah Kisahkan Putranya Dituduh Teroris )

Kemudian, menurut informasi yang pihaknya dapatkan pula, NH sudah lama tinggal bermukim di Kota Pontianak.

"Untuk hal-hal lain mengenai penangkapan atau pun yang diamankan oleh Densus 88, nanti akan diberikan informasi oleh Densus 88," jelasnya.

(Baca: Kades Janjikan Perlindungan Jika Anak dan Istri NH Datang ke Desa Sekuduk )

Kompol Jovan menambahkan, untuk mengantisipasi adanya paham-paham radikalisme di Kabupaten Sambas, pihaknya secara bersama-sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas, tokoh masyarakat, tokoh agama dan lintas sektoral, melakukan pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Binkamtibmas).

"Kami melakukan pembinaan kepada masyarakat atau Binkamtibmas, untuk bersama-sama kita menggelorakan anti radikalisme demi kemajuan bangsa atau pun Kabupaten Sambas ini," sambungnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved