Terduga Teroris di Supadio

Terduga Teroris Lahir di Desa Sekuduk Sambas, Ini Reaksi Wakil Bupati Hairiah

Hairiah mengimbau, kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sambas, agar tetap menjaga keamanan yang selama ini bisa terjaga dengan baik.

Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Marlen Sitinjak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TITO RAMADHANI
Wakil Bupati Sambas, Hairiah 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Wakil Bupati Sambas, Hairiah mengaku sudah mendapatkan informasi adanya seorang warga Kabupaten Sambas yang diamankan tim Densus 88 Anti Teror dan Polda Kalbar, Senin (27/11/2017).

Hairiah terkejut mendapatkan informasi adanya seorang warga Kabupaten Sambas, yang diamankan karena terduga terorisme.

(Baca: Densus 88 Ciduk Terduga Teroris di Bandara Supadio, Ini Identitas Lengkapnya )

"Iya, saya sudah dapat informasinya tadi seperti itu. Kaget saya, karena di Sekuduk kan rasanya masyarakat Sekuduk itu sangat adem, aman, kondusif suasananya di sana. Kehidupan masyarakatnya pun ya biasa-biasa saja, tiba-tiba ada muncul nama warga dari Sekuduk, ini kan mengagetkan kita tiba-tiba ada di Kabupaten Sambas orang yang diindikasikan terduga sebagai teroris," ungkapnya saat dikonfirmasi pada Senin (27/11) malam.

Namun Hairiah menegaskan, ia belum mengetahui kejelasan dari penangkapan ini.

Sehingga ia akan menunggu proses hukum yang tengah dilakukan aparat.

(Baca: Terduga Teroris Nurul Hadi Ternyata Lahir di Sambas, Bagaimana Sepak Terjangnya? )

"Cuma kita masih belum bisa tahu kan alasan kepolisian menangkap, indikasinya kan teroris, latar belakang dia kan kita belum tahu. Tentunya kita menunggu dari proses hukum dari kepolisian lah baru terang benderang, apa sebenarnya kasusnya, terus dia melakukan kegiatan-kegiatan yang diindikasikan dia sebagai teroris itu seperti apa, kan begitu," jelasnya.

Hairiah menegaskan, selama ini situasi di Kabupaten Sambas diketahuinya dalam kondisi aman-aman saja.

Ia belum pernah mendapatkan informasi atau mendengar adanya aktivitas terkait radikalisme atau bahkan terorisme di wilayah Sambas.

"Belum pernah mendengar ada informasi seperti ini. Selama ini kan selalu rapat dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), selalu menginformasikan situasi di lapangan, dan selama ini tidak ada gerakan-gerakan mencurigakan. Paling yang sering kami dapat laporan adalah jalur narkoba, tetapi kalau masalah teroris kami masih belum pernah dalam pembahasan itu diangkat masalah teroris yang diindikasikan orang Kabupaten Sambas," katanya.

Dalam rapat bersama Forkopimda Sambas tersebut, Hairiah mengetahui situasi Kabupaten Sambas secara menyeluruh. Sehingga ia memastikan hanya mengetahui kondisi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Sambas terjaga.

(Baca: Bejat! Pria Singkawang Ini Setubuhi Anak Tirinya Hingga Hamil, 4 Tahun yang Mengerikan )

"Karena memang selama ini biasa-biasa saja dan kondusif untuk keamanan di Kabupaten Sambas. Kemudian apakah ini memang dia lahirnya di Sekuduk tapi kemudian ada berkelompok-kelompok di tempat lain, itu kami masih belum tahu," ujarnya.

Untuk memastikan kebenaran informasi adanya warga Sekuduk, Kecamatan Sejangkung yang diamankan Densus 88 Anti Teror dan Polda Kalbar, Hairiah mengatakan akan segera melakukan cross cek ke Kepala Desa Sekuduk.

"Nanti kami akan cross cek dengan Kepala Desa dulu, apakah dia ini benar-benar memang warga Sekuduk atau mungkin ada semacam apa lah, bisa saja kan ini warga yang berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, gitu kan. Tapi untuk memastikannya itu nanti akan di cross cek dengan Kepala Desanya sampai ke tingkat RT-nya lah," ucapnya.

Untuk itu, Hairiah mengimbau, kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sambas, agar tetap menjaga keamanan yang selama ini bisa terjaga dengan baik.

Ia berharap, dalam waktu dekat akan segera mengetahui kejelasan kasus ini dari aparat kepolisian.

"Kita kan belum tahu kronologisnya seperti apa, sehingga dia kemudian diidentifikasikan sebagai seorang teroris, gitu. Belum jelas, mudah-mudahan nanti dari aparat yang berwenang bisa menjelaskan kenapa dia ditangkap. Apakah memang ada hal-hal yang berbahaya yang kemudian diindikasikan dia sebagai seorang teroris," jelasnya.

Hairiah meyakini, aparat berwenang tentunya bekerja secara profesional, dari sejak awal menentukan target hingga menangkap warga Desa Sekuduk tersebut.

"Saya yakin aparat berwenang bekerja profesional, menjalankan fungsi dan tugasnya. Kita melihat saja nanti, karena ini kan ranahnya ranah kepolisian, kita tidak bisa masuk lebih jauh. Tapi kita mengikuti proses yang ditangani oleh pihak kepolisian dan juga kita berharap penjelasan yang sejelas-jelasnya kronologis dari kasus ini," katanya.

Berikut data lengkap terduga terorisme tersebut sesuai paspor:

  • Paspor Terduga Teroris (IST)
  • Nama : Nurul Hadi
  • TTL : Desa Sekuduk, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, 07 Juni 1981
  • Jenis Kelamin : Laki-Laki
  • No. Paspor : AP 491045
  • Masa Berlaku Paspor : 25 Juni 2022
  • Tempat/TGL Dikeluarkan Paspor : Pontianak, 25 Juni 2017. (*)
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved