Komunitas Millennials
Love Borneo, Komunitas Peduli Kalbar yang Bangkitkan Semangat Anak-anak Pedalaman
Banyak faktor yang menyebabkan itu. Terutama biaya dan akses transportasi yang sangat-sangat kurang untuk bersekolah
Penulis: Anesh Viduka | Editor: Nasaruddin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Anesh Viduka
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kemiskinan serta rendahnya sumber daya manusia di pedalaman Kalbar membangkitkan semangat Love Borneo untuk berperan membangun Kalbar melalui pendidikan non formal.
"Pedalaman Kalbar sungguh-sungguh memprihatinkan, sarana dan prasarana pendidikan kurang memadai. SDMnya rendah dan masih banyak masyarakat yang kurang mampu, padahal tanah merah, luas dan banyak," ujar anggota Love Borneo, Listian Danu, Senin (20/11/2017) malam.
(Baca: Berkelahi Gunakan Senjata Tajam, Tiga Remaja Tanggung di Sekadau Nyaris Dibogem Warga )
"Banyak faktor yang menyebabkan itu. Terutama biaya dan akses transportasi yang sangat-sangat kurang untuk bersekolah, dari itulah kami terpanggil untuk membantu," kata Listian Danu.
(Baca: Daftar Lengkap Pemenang American Music Awards 2017, Bruno Mars Paling Banyak Boyong Piala )
Love Borneo merupakan komunitas, dibentuk sekelompok orang yang memiliki semangat, cinta dan peduli terhadap pedalaman Kalbar.
"Love Borneo adalah sebuah komunitas yang organik. Tidak memiliki struktural kepengurusan. Tujuannya untuk membangun Kalbar melalui pendidikan non formal yang diberikan kepada anak-anak, khususnya yang ada di pedalaman Kalbar. Mengupayakan agar Kalbar berada pada harkat dan martabatnya," kata Danu.
(Baca: Heboh! Buaya Besar Masuk ke Pemukiman Penduduk, Warga Teriak Tembaklah )
Menurut Danu, Love Borneo bahkan tidak ingin membubuhkan tanggal kelahirannya, karena ini bukan komunitas yang ingin dikenang atau eksklusif.
Ini hanyalah komunitas yang ingin menularkan semangat berbagi dan menginspirasi.
Sejak dibentuk pada akhir 2014 silam, berbagai kegiatan sosial telah mereka lakukan.
Diantaranya mendirikan 10 rumah baca, 2 lapak baca dan satu rumah belajar.
Dari sepuluh rumah baca tersebut lima di antaranya mereka bangun di kabupaten Landak, tepatnya di dusun Pongok, desa Pogok, Kecamatan Mandor.
Kemudian di dusun Kuningan desa Sempatung kecamatan Air Besar, di dusun Liantong desa Tiang Aji kecamatan Mandor, dusun Bangkup desa Sumedang kecamatan Kuala Behe, serta di dusun Jelayan desa Meranti kecamatan Meranti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/love-borneo_20171121_124617.jpg)