Breaking News

Buka Pelatihan Tenaga Pendamping Bina Keluarga, Ini Pesan Wabup Askiman

Khusus untuk balita, Askiman berharap mereka mampu membina semua keluarga yang ada.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / WAHIDIN
Wakil Bupati Sintang, Askiman 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Wakil Bupati Sintang Askiman membuka pelaksanaan Pelatihan Tenaga Pendamping Kelompok Bina Keluarga yang diselenggarakan oleh DKBP3A Kabupaten Sintang bertempat di Balai Pegodai, Senin (20/11/2017) pagi.

"Adanya pelatihan tenaga pendamping bina keluarga kita sangat penting. Ia berharap tenaga pendamping setelah mengikuti pelatihan ini mampu membina masyarakat di daerah pedesaan, kecamatan dengan baik," ujarnya.

Lanjutnya bahwa ada tiga kegiatan pelatihan yang dilaksanakan pada hari ini, yaitu bina balita, bina remaja, dan bina lansia. Khusus untuk balita, Askiman berharap mereka mampu membina semua keluarga yang ada.

(Baca: 50 Kader Ikut Pelatihan Pendampingan Kelompok Bina Keluarga ) 

"Sehingga mereka mampu menciptakan keluarga yang benar-benar bertanggungjawab terhadap anaknya mulai dari sejak dini, karena usia balita 0-6 tahun berarti kita harus memberikan kemampuan kepada setiap keluarga," ujarnya.

Kemampuan yang dimaksudnya ialah kemampuan pembinaan terhadap disiplin anak, kebersihan anak, ketertiban anak, dan keamanan anak itu sendiri. Karena dari usia dini lah perkembangan dari tingkat intelejensia anak.

"Makanya akan tumbuh menjadi anak yang cerdas, disiplin, dan memiliki bekal kemampuan dan keterampilan sejak usia dini, hal ini tentu jika bisa diperhatikan sebaik-baiknya oleh setiap keluarga," terangnya.

Demikian juga kepada pembinaan terhadap kaum remaja, Askiman mengatakan cukup prihatin dengan sebagian remaja yang menjelang usia dewasanya banyak yang gagal dalam kehidupan dan tidak mempunyai masa depan yang baik.

Menurut Askiman hal tersebut terjadi bukan hanya kesalahan anak itu sendiri, tapi peran aktif dari keluarga yang membina anaknya kurang, para guru berpotensi membina kurang makanya banyak anak bangsa ini yang terlantar.

"Dengan demikian mari kita bangkitkan tingkat tanggungjawab, kemampuan, untuk membina anak bangsa ini baik ke depannya. Banyak anak tidak mendapatkan pembinaan dari keluarganya, ini yang kita sayangkan," jelasnya.

Sementara untuk pembinaan terhadap lansia, Askiman juga menaruh perhatian khusus. Selama ini memang sebagian besar masyarakat kurang begitu memperhatikan pembinaan kepada orang tua, atau kaum lansia.

"Kepada lansia yang terhitung dari 60 tahun juga perlu ditanamkan kesadaran, moralitas, dan norma-norma disiplin. Hal ini perlu kita tanamkan dan yang paling penting kita menciptakan orang tua kita dengan rasa kebahagiaan," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved