171 Kasus DBD Terjadi di Landak, Empat Diantaranya Meninggal Dunia
Keempat korban yang meninggal di Puskesmas Ngabang dua orang ,Puskesmas Pahauman satu orang, dan Puskesmas Senakin satu orang.
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Landak, Sri Wahyuni mengatakan, hingga hari ini sudah terjadi 171 kasus DBD di Kabupaten Landak sepanjang tahun 2017.
Kasus DBD tersebut tersebar disejumlah Puskesmas yang ada di Landak. "Terbanyak ada di Puskesmas Ngabang, yakni 49 kasus, Puskesmas Pahauman 32 kasus, Puskesmas Mandor 31 kasus dan Puskesmas Semata 25 kasus," ujarnya pada Kamis (16/11/2017).
(Baca: Geger! Penemuan Kerangka Manusia Hebohkan Warga Landak )
Disampaikannya juga, dari 171 kasus DBD itu, ada empat orang yang meninggal dunia.
Keempat korban yang meninggal di Puskesmas Ngabang dua orang ,Puskesmas Pahauman satu orang, dan Puskesmas Senakin satu orang.
(Baca: Niat Berburu Kijang, Warga Ini Malah Temukan Tengkorak Manusia )
"Korban meninggal dunia di Puskesmas Ngabang beralamat di Desa Ambarang dan Asrama Gudang Garam Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang. Korban meninggal dunia di Puskesmas Pahauman warga Simpang Kebadu, Kecamatan Sengah Temila dan korban meninggal dunia di Puskesmas Senakin warga Seginah Kecamatan Sengah Temila," jelas Yuni.
Dengan demikian, untuk mengantisipasi merebaknya wabah DBD. Pihaknya dari Dinkes Landak sudah membuat edaran kepada masyarakat luas.
"Kita minta supaya masyarakat tetap mewaspadai wabah DBD, dengan melakukan berbagai upaya. Upaya itu seperti melakukan 3M0 yakni menguras tempat-tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang-barang bekas," harapnya.