Gelar Aksi ke DPRD Sintang, Aliansi Sepuluh November Sampaikan Lima Tuntutan
Lima tuntutan yang kami sampaikan ini memang apa yang sedang dirasakan oleh masyarakat Sintang saat ini.
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Laporan Wartawan, Wahidin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Mahasiswa Universitas Muhamadiyah kampus Sintang dan STAINMA Sintang yang tergabung dalam Aliansi Sepuluh November melakukan aksi damai dan menggelar unjuk rasa di Taman Entuyut, Sintang, Jumat (10/11/2017) pagi.
Sekitar 85 mahasiswa yang melakukan aksi solidaritas ini menyampaikan lima tuntutan, seperti kelangkaan BBM jenis premium, tingginya harga elpiji 3 kg bersubsidi, dan penempatan tenaga kerja asing di PLTU Sungai Ringin.
Kemudian tuntutan lainnya ialah tidak adanya sosialisasi oleh PLN tentang pemadaman listrik yang jelas kepada masyarakat luas serta penyelesaian sengketa pengungsi dari Kecamatan Ketungau Tengah.
(Baca: Ungkap Fakta! Ini Penyebab Kebakaran yang Hanguskan Tiga Rumah di Bukit Batu Singkawang )
Pelaksanaan orasi oleh mahasiswa yang tergabung di Aliansi sepuluh (10) November ini dari Taman Entuyut kemudian bergeser ke kantor DPRD Sintang yang kemudian diterima oleh Ketua Komisi A Syahroni.
"Lima tuntutan yang kami sampaikan ini memang apa yang sedang dirasakan oleh masyarakat Sintang saat ini. Kami berharap bapak ibu di DPR juga bisa memperjuangkan tuntutan kami ini," tutur Korlap Aksi, Ahmad Farudin
Aksi unjuk rasa yang berlangsung kurang lebih dua jam tersebut mendapatkan pengawalan ketat dari pihak Polres Sintang dan Polsek Sintang Kota.
Kapolsek Sintang Kota Iptu Ruslan Abdul Gani selaku padal mengatakan, Polres Sintang menerjunkan kurang lebih 19 personil gabungan yang terdiri dari personil Polsek Sintang Kota, dan Personil Polsek Sungai Tebelian.
(Baca: Pekerja Kebut Penyelesaian Pembangunan Taman Kota di Kawasan Bundaran Digulis )
“Walaupun mereka melakukan aksi damai, kita harus tetap memberikan pengamanan kepada mereka, mereka adalah adik adik kita generasi penerus bangsa, kawal mereka dengan senyum dan humanis,” tutur Kapolsek Sintang Kota.
Setelah mahasiswa melakukan orasi di Gedung DPRD Sintang kemudian mereka membubarkan diri, aksi berjalan damai dengan mendapat pengawalan dari Polres Sintang.