Sejak Gabung di HMI, Mahasiswi Cantik Ini Berani Tampil di Depan Umum
Awalnya tidak terpikir untuk memasuki HMI. Karena tidak mengetahui sebenarnya organisasi yang seperti apa HMI ini.
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan organisasi yang berazaskan Islam patut di perhitungkan keberadaannya. Selain karena telah lama didirikan, banyak hal lain juga yang menunjang kesuksesan organisasi ini.
Nurul Adriani, Mahasiswi semester 1 Prodi Akuntansi Keuangan Perusahaan (AKP) Politeknik Negeri Sambas memaparkan awal mula ketertarikannya untuk bergabung di HMI.
"HMI, mendengarnya saja pada saat selesai PKKBMB. Dan itupun saat di beritahu oleh senior. Awalnya tidak terpikir untuk memasuki HMI. Karena tidak mengetahui sebenarnya organisasi yang seperti apa HMI ini. Tetapi seiring waktu, mulai ada penjelasan penjelasan dari senior mengenai HMI, rasa ketertarikan itu pun mulai timbul hingga saya memutuskan untuk bergabung di HMI lewat Latihan Kader 1 (Basic Training) Komisariat Manajemen Informatika HMI Cabang Sambas pada tanggal 6 Oktober2017," ungkapnya, Jumat (3/11/2017).
Setelah lulus di Latihan Kader 1 yang berlangsung 3 hari 2 malam itu, Nurul mengakui bahwa HMI adalah organisasi yang membuatnya lebih berani tampil didepan umum dan bersosialisasi dimasyarakat.
(Baca: Modal Gadget dan Aplikasi Chating, Mucikari Jual Gadis Belia Rp700 Ribu, Tonton Videonya )
"Dampak yang di dapat setelah lulus dan menjadi kader HMI rasanya sangat signifikan. Yang pada awalnya tidak berani tampil di depan umum, pelan pelan sekarang mulai belajar untuk bersosialisasi dimasyarakat. Dan masih banyak dampak-dampak positif lainnya yang mungkin tak dapat di jabarkan secara detail," ujarnya.
Yuliansyah selaku Korps Alumni HMI (KAHMI) MD Sambas menerangkan apa itu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Menurutnya, HMI merupakan organisasi yang menerapkan konsep intelektual dalam islam dimana dalam suatu organisasi berkumpul orang-orang yang mempunyai sebuah pola pikir yang berdasar pada sumber-sumber ajaran agama Islam yaitu Al-Quran dan As-sunnah.
"Untuk mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT," jelasnya.
Baca: Audiensi ke Pemprov Kalbar, Ini 16 Tuntutan Masyarakat Forum Jalai Bersuara Terhadap Pemerintah
Yuliansyah menambahkan bahwa, dengan bergabung di HMI, juga dapat mendorong dan mengasah kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.
"Tak lupa menyeimbangkan antara Iman dan Taqwa (Imtaq) dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek). Lalu mengapa menjadi kader HMI itu membanggakan? Hal itu di karenakan oleh proses untuk menjadi kader yang bisa dikatakan tidaklah mudah. Mereka yang sudah mengikuti jenjang perkaderan di HMI sudah secara otomatis menjadi anggota HMI, iya 'anggota'. Anggota tidak bisa disebut kader. Mengapa? karna sebutan kader HMI hanya pantas didapat anggota yang benar-benar berkader," paparnya.
Menurut Yuliansyah, HMI mengajarkan untuk terus mengeksplor kemampuan berpikir, sehingga tidak terpaku kepada suatu filsafat saja.
Namun tak semudah membalikkan telapak tangan untuk mencetak kader yang benar-benar seorang kader.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pementasan-seni-tari_20171103_193642.jpg)